
Pertemuan tersebut menggabungkan lima tim strategis daerah, yakni TPID, TP2ED, TP2DD, TPAKD, dan KDEKS. Pembahasan difokuskan pada pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan serta percepatan digitalisasi transaksi keuangan di daerah.
Dalam kesempatan itu, Wabup menegaskan komitmen Pemkab Sangihe memperkuat peran TPAKD guna memperluas akses pembiayaan bagi nelayan, petani, dan pelaku UMKM.
Sebagai wilayah perbatasan dengan potensi kelautan besar, sektor perikanan tetap menjadi prioritas pembangunan. Produksi perikanan tangkap ditargetkan mencapai 21 ribu ton per tahun.
“Kendala kami bukan pada potensi, tetapi akses modal dan hilirisasi,” ujar Bulahari.
Tahun 2026, pembiayaan akan diarahkan berbasis klaster ekonomi pesisir untuk memperkuat usaha nelayan secara kolektif, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan mendorong digitalisasi layanan publik di Sangihe.
(IvAnXaverius)
