Manado – Kuota penerima Beasiswa Bidik Misi bagi Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) tahun 2015 yang hanya berjumlah 500 Mahasiswa saat ini, terus diperjuangkan penambahannya oleh Rektor Unsrat Prof Dr Ellen Kumaat, DEA melalui Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr Hengky Kiroh ke Kementerian Pendidikan dan Ristek RI.
“Saat ini kuota yang diplot pusat berjumlah 500 Mahasiswa, kami terus memperjuangkan penambahannya hingga mencapai 1000 Mahasiswa, namun ini masih terus dipertimbangkan. Tapi yang jelas saat ini kami sementara turun lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap para calon penerima Beasiswa tersebut,” ujar Kiroh kepada BeritaManado.com.
Dirinya juga mengatakan proses verifikasi yang sementara dilakukan lebih dari 30 tim ini berjalan transparan dan publik dapat mengawasinya secara langsung.
“Kami secara transparan melakukan proses verifikasinya, siapapun dapat mengawasinya, agar benar-benar beasiswa Bidik Misi tepat sasaran,” Tegas Tiroh. (risat)

Perhatikan akang itu anak2 yang datang kuliah dari Ambon dan Papua jalur kemitraan kenapa ditolak? Kasihan dorang pe orang tua jauh2 kase datang sekolah. Hya di fakultas Sastra harusnya jalur kemitraan bisa apalagi so datang jauh2 dari luar pulau Indonesia Timur.. Kasihan
Karena kebijakan Dikti tentang UKT yabg mencekik, membuat pihak rektorat berjuang utk penambahan bidikmisi… Salut buat kepemimpinan unsrat yang sekarang.