Selain itu, keterlibatan perempuan desa menjadi wujud nyata pemberdayaan komunitas, di mana kaum ibu tidak hanya berperan dalam rumah tangga tetapi juga sebagai pelaku utama dalam industri kreatif dan kesehatan.
Produk suplemen kesehatan berbasis Pasote dan Gambir dari Unsrat diharapkan dapat segera dipasarkan lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional, dengan tetap memperhatikan standar keamanan dan mutu.
Jika konsisten dijalankan, langkah ini bisa menjadi model pengembangan inovasi perguruan tinggi yang berhasil diintegrasikan dengan pembangunan desa serta penguatan industri herbal Indonesia.
Dengan capaian ini, Universitas Sam Ratulangi kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat inovasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pencapaian visi Indonesia sebagai pusat pengembangan obat tradisional dan suplemen kesehatan berbasis kearifan lokal.
(***/jenlywenur)
