Politik dan Pemerintahan

Tumbelaka Bongkar Korupsi di Pemprov Sulut

Taufik Tumbelaka. (Foto BeritaManado.com)
Taufik Tumbelaka. (Foto BeritaManado.com)

Manado – Taufik Tumbelaka yang sehari-harinya dikenal sebagai pengamat politik dan pemerintahan yang selalu turun ke lapangan kali ini membuat gebrakan dengan melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan sejumlah besar pejabat eselon III di pemerintahan Provinsi. Gebrakan itu dilakukan pada Senin (12/8) ini, dengan menyerahkannya sejumlah informasi penting berdasarkan testimony dan beberapa vendor tentang dugaan pemerasan (axtortion) yang dilakukan pejabat tersebut.

“Saya sengaja melaporkan ke Wagub Djouhari Kansil tentang dugaan manipulasi jabatan dan penyalahgunaan wewenang dengan tanpa menyebut nama dan jabatan karena harus melindungi narasumber dari kalangan pengusaha. Jadi nanti biar internal Pemrov yang menelusuri,” ujarnya.

Menurut anak mantan Gubernur Sulut ini menuturkan, modus yang biasa dilakukan adalah dengan meminta ticket perjalanan dinas keluar daerah (ticket-pp) kepada vendor. Biasanya dengan cara meminta uang atau meminjam kepada vendor sebesar minimal Rp.5.000.000 (Lima Juta Rupiah) dan ini dilakukan bisa sekali per minggunya atau dua hingga tiga kali per minggu.

Atau dengan modus lain, dimana pejabat meminjam perusahaan dari vendor untuk kepentingan proyek yang menguntungkan oknum pejabat secara pribadi, sedangkan vendor hanya dijanjikan akan mendapat proyek berikutnya dari oknum pejabat yang meminjam perusahaan, jelas Tumbelaka sembari mengatakan hal ini menurutnya termasuk dalam pemerasan dan penyuapan (bribery).

Dugaan korupsi tersebut tidak cukup hanya disitu saja, dugaan yang lain seperti telah terbit beberapa bulan lalu Pergub tentang Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Pemprov Sulut dimana Pergub tersebut tidak sesuai dengan Perpres Nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua aturan tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah seperti diketahui LPSE di Pemprov Sulut berada dibawah Biro Pembangunan.

“Pergub menyatakan ULP juga berada dibawah Biro Pembangunan Pemprov Sulut, hal ini tidak sesuai dengan Perpres Nomor 70 Tahun 2012, artinya tidak boleh ada proyek dalam satu biro atau satu bos,” katanya. (rizath polii)

13 tanggapan untuk “Tumbelaka Bongkar Korupsi di Pemprov Sulut”

  1. Saya kira klw memang punya bukti akurat jangan lapor ke wagub ttpi ke Penegak hukum saja bung Taufik dgn jaminan PP 71/2000 pelapor hrs dilindungi
    Klw pelakunya PNS maka akn terkena beberapa pasal UU 31/1999 jo UU 20/2001 dlm psl 2 atw 3 atw 11 dan 12
    Menuju C & G G perlu di usut benalu dlm jajaran pemprov

  2. yang penting ada usaha bongkar itu KKN dan harus didukung dong!!!!!
    DPRD SULUT so musti bentuk itu KPK khusus buat SULUT!!!!!

  3. Itu bukan bongkar koropsi…tapi bongkar muatan kalau bongkar koropsi maskan lapor pa kansil…..emang kansil polisi ….kansil pe kalakuan bagitu sama deng dia ada lapor tu kasus ……ha ha so salah bongkar ngana …..sama aja ngana y—-……so biogo ngana katanya UGM universivitas gaja manado kali…..

  4. Hebat kalo Tumbelaka ada upaya bongkar kejahatan di Pemprov Sulut. Torang orang kampung berharap Anda bongkar Korupsi, Kolusi dan Nepotisme tKKN) di proyek Pengadaan Kain Bentenan, Masuknya MegaCorp di Bank Sulut yang melibatkan Pemprov SULUT. Kalo Anda mampu, kita akan galang masa dukung Anda jadi GUBERNUR.. Anda pasti BISA….

  5. Informasi untuk orang kaya di sini (kusus pengusaha,pejabat2,lupa lei Anggota dewan)

    Jika anak anda ingin kuliah di eropa,china,taiwan,ini universitas2 kelas dunia(1-100, 200,300 top dunia)di eropah dengan biaya kuliah 9-18 juta/tahun.
    Ludwig-Maximilians-Universität München,@Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn,@ETH Zurich (Swiss Federal Institute of Technology),@Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL),@École normale supérieure, Technische Universität München – Fakultät für Maschinenwesen, Universität Heidelberg, Uni Bayreuth, National Taiwan University of Science and Technology, Université Lille 1, Universität Bielefeld, Université Montpellier 2, Karl-Franzens-Universität Graz, Universitas Heinrich Heine Düsseldorf, Paul Sabatier University, IIT Kharagpur, Université Claude Bernard Lyon 1, Université Paris Descartes, Universitas Pisa, Université Bordeaux 1 | Sciences Technologies, École des Ponts ParisTech, Universität Mannheim – University of Mannheim, Universität Erlangen-Nürnberg, Vienna University of Technology, TU Darmstadt, Universität Innsbruck, Universität Konstanz, Studienberatung – Universität Würzburg, Universität Würzburg, Universitas Padua, Universität Hamburg, Università degli Studi Roma Tre, Paris-Sorbonne University, Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Universität Hohenheim, Universidad de Buenos Aires, Université de Strasbourg, Université Paris Diderot – Paris 7, University of Liège, University of Münster, Universität zu Köln, Université Joseph Fourier Grenoble 1 (UJF), University of Antwerp, University of Bologna, ??????, Vrije Universiteit Brussel, Universitas Barcelona, Universitat Autonoma de Barcelona, Universität Wien, University of Vienna, École Normale Supérieure de Lyon, RWTH Aachen, Université de Lausanne, Universität Bern, Ugent, Eberhard Karls Universität Tübingen, Karlsruher Institut für Technologie (KIT), Uni Karlsruhe, Humboldt-Universität zu Berlin, Université Pierre et Marie Curie (UPMC), Université catholique de Louvain, Shanghai Jiao Tong University, Universität Basel, Georg-August-Universität Göttingen, Universitas Albert Ludwig Freiburg, Universität Zürich | University of Zurich (UZH), UNI Zürich, Fudan University, Freie Universität Berlin, Utrecht University, KU Leuven, Universität Stuttgart (termasuk UI tetapi biayanya lebih tinggi dari diatas)
    sama jo toch degan kuliah di indonesia tock!
    https://plus.google.com/113104055510170823978/posts
    sekalian yg belum punya G+, lewat sini jo.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara