
Manado, BeritaManado.com — Tragedi terbakarnya kapal Barcelona V telah menarik perhatian banyak pihak terutama dari putra Talaud Handry Ambana Liunsanda yang juga berprofesi sebagai Advokat yang tinggal di Kota Manado.
Handry menarik pelajaran Berharga dari Kebakaran Kapal Motor Barcelona V yang terjadi di Laut Gangga.
Menurutnya, peristiwa kebakaran KM Barcelona V di tengah laut pada hari Minggu itu adalah sebuah tragedi yang menyisakan luka dan ketegangan, lebih khusus bagi warga Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Namun di balik musibah itu, terdapat sejumlah pelajaran penting yang dapat diambil. Pertama adalah Keselamatan merupakan prioritas utama di mana setiap perjalanan laut harus diawali dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kapal, sistem keamanan, dan kesiapan alat-alat penyelamat seperti pelampung, sekoci, dan alat komunikasi darurat,” ungkap Handry Selasa, (22/7/2025) kepada BeritaManado.com.
Selain itu lanjut Handry, pentingnya pelatihan evakuasi darurat juga harus menjadi perhatian bagi para pengusaha yang bergelut di bidang transportasi laut.
Awak kapal dan penumpang perlu dibekali dengan pengetahuan dan simulasi evakuasi darurat agar bisa tetap tenang dan tanggap saat situasi krisis terjadi.
“Peran komunitas sekitar sangat vital.
Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa kehadiran dan kepedulian masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, memiliki peran besar dalam menyelamatkan nyawa,” ucap Handry.
Tak sampai di situ saja, dia memberikan catatan pada koordinasi dan respons cepat pihak berwenang.
Kecepatan dan koordinasi antar instansi, baik Basarnas, TNI AL, maupun pihak pelabuhan sangat menentukan keberhasilan operasi penyelamatan.
Bagi masyarakat kepulauan, transportasi laut adalah kebutuhan utama untuk mobilitas, distribusi barang, dan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Namun, banyak wilayah masih menggunakan sarana yang tidak memadai dan rawan kecelakaan.
“Karena itu, penting untuk menghadirkan alat transportasi laut yang aman, layak, dan terjangkau, sebab, pembangunan transportasi laut adalah kunci pemerataan dan kemajuan wilayah kepulauan,” tutur Handry.
Hal penting lainnya yang dia sampaikan melalui adalah ucapan terima kasih kepada para nelayan dan warga desa Gangga yang gerak cepat melakukan evakuasi kepada para penumpang yang menjadi korban Kebakaran KM Barcelona V.
“Kalian adalah Pahlawan Laut,” terang Handry.
Sebagai bagian dari orang Talaud, dirinya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para nelayan setempat dalam hal ini masyarakat pulau Gangga.
“Om Fiktor Wuisan dan papa, mama dan saudara-saudara yang lain, yang dengan sigap, tanpa ragu, dan penuh keberanian turun tangan menolong para penumpang yang terombang-ambing di laut. Mereka adalah rim penyelamat pertama bahkan sampai akhir mengevakuasi Korban saat terapung di tengah laut,” beber Handry.
Dengan begitu, Handry berpendapat bahwa, masyarakat pulau Gangga adalah masyarakat yang peduli dan baik terhadap semua orang yang datang ke pulau Gangga.
“Itu dibuktikan juga pada tahun 2010 dan 2024 kami pernah melakukan kegiatan di Gangga dan di sambut dengan hangat dan terbuka oleh masyarakat disana. Diperhatikan seperti keluarga dan diberikan tempat akomodasi. Apalagi masakan disana enak,” ucapnya sambil mengingat masa itu.
