Berita Utama

Tradisi Tabu dan Alumni IKJ Ada Dibalik Pementasan Naskah Pengadilan Aturan Sanggar Tangkasi

Tradisi Tabu dan Alumni IKJ Ada Dibalik Pementasan Naskah Pengadilan Aturan Sanggar Tangkasi
Konferensi Pers pementasan naskah Pengadilan Aturan

Bitung, BeritaManado.com – Naskah Pengadilan Aturan karya Leonardo Axsel Galatang bakal kembali dipentaskan Sanggar Tangkasi awal bulan April 2022.

Naskah yang tergabung bersama sembilan naskah lainnya dalam buku Selendang Sutra Jingga, Kumpulan Drama 2017 ini pertama kali dipentaskan tahun 2017 di Festival Teater Remaja dan disutradarai Donald G Bentian.

Di pentas kedua, Donald kembali mengangkat dan menyutradarai naskah Pengadilan Aturan, tentu dengan garapan yang berbeda dibandingkan pentas pertama yang diperankan siswa sekolah.

“Di Sanggar Tangkasi ada tradisi tabu mementaskan naskah yang sama. Kecuali, penggarapannya berbeda, itu diperbolehkan dan itu yang akan kami tampilkan di pentas kedua Pengadilan Aturan,” kata Donald di Press Conference Pentas Produksi ke-105 Sanggar Tangkasi, Pengadilan Aturan di Blessing Hills, Minggu (27/3/2022).

Donald mengaku ada tantangan khusus untuk kembali mementaskan naskah Pengadilan Aturan, kendati di Festival Teater Remaja Tangkasi tahun 2017, pementasan itu meraih juara 1 tingkat SMA/SMK dan mendapat predikat sebagai Sutradara Terbaik dengan total piala sembilan.

“Saya tertantang lagi untuk menggarap naskah yang sama saat enam tahun lalu, tapi dengan garapan yang berbeda,” katanya.

Jika enam tahun lalu, kata dia, bermain-main dengan konsep greek “ala” olimpia dipadu-padankan dengan prototype elf “ala” imajiner Inggris JRR Tolkien, kali ini dirinya mencoba mengangkat konsep futuristik dengan menghadirkan properti-properti seperti tabung mesin waktu (chamber) yang diletakkan di dua sudut panggung untuk memaksimalkan karakter unik empat hakim gua kebebasan.

Dirinyapun memberikan sedikit gambaran soal desain pentas dengan ruang “ala” server room untuk menambah cita rasa futuristik pada ruang sidang gua kebebasan serta kostum pemain dengan elemen artistik dan rias yang terbilang menarik serta rumit karena memainkan gaya futuristik ala makhluk luar angkasa dengan dominasi warna silver.

Selain itu, dari segi pemeran kata Donald, jika pementasan tahun 2017 adalah para siswa, di pementasan kedua ini para pemeran yang memilik acting jauh lebih mampuni di bidang teater sehingga makna dari naskah Pengadilan Aturan lebih kuat dan mudah ditangkap.

Tidak hanya itu, di garapan kedua, Donald mengaku ada keterlibatan salah satu alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ), yakni Priscilia Wantah yang coba memadukan ilmu yang didapatkan selama kuliah.

“Jadi bisa dibayangkan bagaimana pementasan kedua naskah Pangadilan Aturan ini. Selain naskah yang memiliki pesan kuat, pemain serta pengaturan panggung akan membuat perasaan penonton campur aduk selama pementasan,” katanya.

Sementara itu, Axel yang ikut hadir dalam Press Conference itu menyatakan pementasan kedua naskah Pengadilan Aturan jauh lebih “kaya” jika dibandingkan pementasan sebelumnya.

Apalagi kata Presiden Lima Perisai ini, proses penggarapan pementasan ikut melibatkan salah satu anak didiknya yang baru lulus dari IKJ jurusan sutradara.

“Di pementasan kedua ini ada dua penggabungan ilmu, yakni ilmu otodidak dan ilmiah. Selama ini kami menggarap pementasan hanya mengacu pada pengalaman atau otodidak, namun kini ada Priscilia yang telah lulus sebagai sutradara ikut melebur ilmu yang didapatkan dengan ilmu otodidak yang kami miliki,” kata Axel.

Hasilnya, kata dia, silakan ikut menonton pementasan tanggal 1 dan 2 April 2022 nanti di Gedung Kesenian Kota Bitung.

“Penasaran dengan peleburan dua ilmu pementasan? Silakan datang menyaksikan pementasan naskah Pengadilan Aturan,” katanya.

(abinenobm)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara