Melihat peluang ini akhirnya Titipku melebarkan sayap usaha untuk membantu menyediakan pasokan barang dagangan dan modal usaha para pedagang pasar.
Pelaksanaan model bisnis B2B ini dijalankan tepat sebulan sebelum ulang tahun ke-6 Titipku.
Skema Bisnis
Untuk skema pasokan barang dagangan, Titipku menjual supply product ke pedagang pasar.
Sales titipku akan menawarkan produk ke pedagang-pedagang pasar yang disasar.
Ketika ada pedagang yang memesan, Titipku akan mengantarkan produk pesanannya sesuai kesepakatan jam pengiriman.
Sampai saat ini, barang yang Titipku pasok adalah berbagai macam produk sayuran.
Biaya ongkir sayuran untuk program B2B ini tidak ada.
Biaya pengantaran ini bisa ditekan karena pengantaran dilakukan secara serentak.
Misal ada 10 pedagang di satu pasar pesan lewat Titipku, Titipku akan mengantar pesanan mereka secara bersamaan, sehingga bisa lebih hemat.
“Titipku masih membatasi transaksi B2B di beberapa pasar dahulu supaya di tahap awal ini, kami bisa mengontrol bagaimana pelaksanaannya dan jika ada masalah di awal, Titipku bisa segera menyelesaikannya dengan cepat. Intinya di awal kita perlu mengontrol supaya berjalan dengan baik,” ungkap Henri.
Sementara, untuk layanan modal usaha, Titipku bekerja sama dengan Nobu Bank untuk program Kredit Usaha Rakyat atau KUR kepada pedagang pasar.
KUR ini bisa digunakan untuk modal berjualan para pedagang di pasar.
Kepercayaan Investor dan Kedepannya
Adanya ekspansi bisnis yang dilakukan Titipku ini tak lepas dari adanya kepercayaan para investor yang masih ingin melihat bagaimana ekosistem pasar digital ini tercipta.
“Sampai hari ini Titipku bersyukur bahwa masih ada investor yang terus mendukung Titipku dalam menciptakan ekosistem digital yang baik untuk pedagang pasar. Kepercayaan investor ini juga yang membuat Titipku berani untuk melebarkan sayap usaha ke model bisnis B2B juga,” ungkap Henri.
Tentunya, untuk membalas kepercayaan mereka, Titipku akan bekerja semaksimal mungkin untuk membuktikan bahwa model bisnis B2B2C ini profitable.
“Di garis akhir nanti, Titipku bisa menunjukkan berhasil menjadi perusahaan online grocery yang sustainable dan bisa hidup dari keuntungan yang dihasilkan lewat model B2B2C ini,” pungkas Henri.
