Manado – Wacana pemekaran Kabupaten Manado Utara saat ini mulai dikumandangkan, bahkan ada beberapa nama yang dikait-kaitkan bakalan memimpin Kabupaten baru tersebut. Nama-nama tersebut antara lain, Ruben Saerang, Udin Musa, Djafar Alkatiri, Yongky Limen serta masih ada nama-nama lainnya yang dirilis oleh BeritaManado.
Hal ini sontak mendatangkan reaksi dari para akademisi Universitas Sam Ratulangi serta pengamat pemerintahan Sulawesi Utara.
Salah satunya Prof Ishak Pulukadang. Menurutnya bahwa aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat di Manado Utara adalah sesuatu yang wajar, namun nampaknya masih butuh proses untuk menjadi daerah pemekaran.
“Mengaspirasikan tentang pemekaran Manado Utara adalah hal yang wajar. Sebab dari sisi persyaratan teritorialnya, Manado Utara telah memenuhi kriteria untuk jadi daerah pemekaran. Namun untuk saat ini hal tersebut masih belum bisa,” papar Pulukadang.
Ditambahkannya bahwa Manado Utara masih harus menjalani proses pembinaan dari Kota Induknya yaitu Kota Manado. “Manado Utara masih perlu pembinaan dari Kota Manado yang merupakan kota induk, sebab lasimnya minimal ada pembinaan kurang lebih 3-5 tahun dari daerah induk,” tutup Pulukadang kepada BeritaManado.(jkf)

Sudah saatnya Manado Utara di mekarkan, Hidup Manado utara hidup kota bunaken
Aneh2.. Inii poliitisi2 haus jabatan. Seprti UM dan JAK inii pollitisi dua so Keliata keinginan nya ????.. Samua sotau ini oknum2 ??? motifasi mereka kkalo merekka ngotot pemekaran kab MAUT.. Masyarakat jngan terpancing dgn ide2 yang pada akhirnya masyarakat manado sendiri yang rugi dgn kkepentingan oknum2 yang punya ambisi dantujuan?..!!.. Haati2.. Arah dann tujuan mereaka so jelas..
PAD dari Manado Utara berapa per tahun? Dari mana depe sumber?