
Manado, BeritaManado.com — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data resmi jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara (Sulut) per Maret 2025.
Data tersebut menunjukkan tren peningkatan, dimana pada Maret 2025 mengalami kenaikan tipis 0,01 persen poin dibanding September 2024 menjadi 6,70%.
“Pada Maret 2025 penduduk miskin Sulut sebanyak 173,84 ribu orang, sementara pada September 2024 yang sebanyak 173,30 orang,” ujar Kepala BPS Sulut Aidil Adha, Jumat (25/7/2025).
Kepala BPS Sulut, Aidil Adha mengungkapkan, faktor inflasi pada sejumlah kelompok makanan dan minuman menjadi pendorong terjadinya hal tersebut.
“Naiknya harga makanan, minuman, dan tembakau yang cukup tinggi membuat kemampuan konsumsi masyarakat melemah,” ungkap Aidil.
Selain itu, tingkat kemiskinan juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti proporsi penerima bantuan sosial, jumlah pengangguran dan kenaikan NTP, baik itu di desa maupun kota.
Sementara, komoditi penyumbang terbesar garis kemiskinan yaitu beras, rokok, ikan tongkol, telur ayam ras dan cabe rawit.
Menurutnya, data Susenas 2025 mencatat jumlah penduduk miskin di Sulawesi Utara lebih rendah angka nasional dan yang terendah di Pulau Sulawesi.
Persentase penduduk miskin di Sulut lebih rendah dari nasional yang sebesar 8,47%.
Provinsi Sulawesi Utara juga menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terendah di pulau Sulawesi.
“Dilihat dari persentase, penduduk miskin di perdesaan lebih tinggi dari perkotaan,” kata Aidil.
(srisurya)
