TOMOHON- Petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat, mengimbau warga tak panik meski amplitudo tremor Gunung Lokon di Sulawesi Utara mengalami peningkatan.
“Peningkatan tremor ada indikasi terjadinya hembusan yang agak besar. Bukan letusan,” kata Kepala Bidang Mitigasi dan Gerakan Tanah PVMBG Bandung, Gede Swantika, Jumat (2/9)
Dikatakannya, letusan akan terjadi bila frekwensi gempa vulkanik terus menampakkan peningkatan terus-menerus hingga puluhan kali dalam sehari. “Gempa vulkanik yang terekam sekarang terus menurun. Sehari bahkan hanya dua atau tiga kali. Frekwensi ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan gempa vulkanik yang terjadi sebelum terjadi letusan Minggu (28/8),” katanya.
Dengan menurunnya aktivitas Gunung Lokon ini, dia berharap warga tetap siaga dan tak perlu panik. Meski ada peningkatan tremor. “Tetap bekerja seperti biasa. Tak perlu panik. Dan terpenting tetap mematuhi radius bahaya Gunung Lokon 2,5 kilometer dari bibir kawah,” katanya.
Sementara itu, staf Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Warno, menjelaskan, amplitudo tremor sempat menyentuh 25 milimeter.
Sejak pukul 00.00-04.12 WITA, amplitudo tremor 1,5-16 milimeter, dominan 6 milimeter. Sampai pukul 05.40 WITA amplitudo gempa yang terekam 3-17 milimeter, dominan 6 milimeter.
Hingga pukul 08.24 WITA, amplitudo tremor 5-24 milimeter, dominan 15 milimeter. Pada pukul 10.18 WITA amplitudo terekam 8-25 milimeter, dominan 10 milimeter. Hingga pukul 12.00 amplitudo terekam 5-18 milimeter, dominan 7 milimeter.(mic)
