
Pineleng, BeritaManado.com — Anggota DPR RI, Rio Dondokambey, BSc, MM, akhirnya menepati janji untuk kembali menyapa konstituennya di Pineleng Raya, saat menggelar Reses Masa Persidangan I 2025-2026 di Desa Pineleng Satu Timur, Minahasa, pada Rabu (15/10/2025).
Janji ini bukan janji biasa, melainkan ikrar yang ia sampaikan langsung saat kampanye, bahwa ia akan kembali jika terpilih sebagai wakil rakyat.
Kala itu, sekitar seminggu sebelum pemilihan, Rio berjanji akan kembali sambil membawa “buah tangan” dan berkat untuk masyarakat.
“Puji Tuhan dan atas perkenaan-Nya, saya boleh terpilih dengan perolehan suara yang banyak. Karena sudah janji, walau terlambat setahun lebih, mohon maaf, saya kembali lagi di tempat ini,” ungkap Rio, yang juga merupakan Ketua Komisi Pemuda Pelayanan Sinode (KPPS) GMIM.
Sebagai personil Komisi XI DPR RI, Rio datang melaksanakan reses dengan tujuan utama: mendengarkan langsung segala aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Ia duduk dan berinteraksi, menyimak dengan saksama setiap keluhan dan beragam persoalan yang dibahas.
Diskusi menjadi hangat, merangkum isu yang spesifik terkait komisi (Keuangan, Perencanaan Pembangunan Nasional, Perbankan) hingga bidang-bidang lain yang sangat dirasakan dampaknya oleh warga.

Program unggulan Rio Dondokambey, seperti bedah rumah, turut mengemuka dan mendapat perhatian khusus.
Tak ketinggalan, sektor pendidikan juga menjadi topik yang hangat diperbincangkan.
Politisi muda dari PDI Perjuangan ini lantas berbagi kabar gembira.
Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah memperjuangkan dan mencairkan lebih dari 5.000 beasiswa melalui program Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD, SMP, SMA, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk mahasiswa.
“PIP untuk siswa SD, SMP, dan SMA. Kalau KIP untuk mahasiswa,” jelasnya.
Pada dasarnya, Rio menyebut reses memang digelar untuk menyerap aspirasi dan turun langsung menemui rakyat, tujuannya tak lain adalah mencari solusi untuk setiap persoalan yang ada.
Ia mengakui, hampir di setiap reses, persoalan yang disampaikan masyarakat sering juga tidak sesuai dengan bidangnya di Komisi XI.
Namun, itu bukan alasan untuk mengabaikannya.
Rio menegaskan bahwa ia akan tetap menampung semua aspirasi yang ada dan menyampaikannya kepada rekan-rekan di komisi yang lain.
“Kami di Fraksi PDI Perjuangan ada 110 anggota. Ibu Puan Maharani sudah menyampaikan bahwa meskipun ditempatkan di Komisi tertentu, kami diwajibkan menyambut dan mengambil aspirasi untuk setiap komisi yang disampaikan masyarakat,” tandasnya, menekankan komitmen fraksi PDIP.
Lebih dari sekadar komitmen, turun lapangan adalah hal wajib bagi setiap kader PDI Perjuangan.
