
Mitra – Maraknya baliho bertuliskan ‘saatnya putera daerah memimpin Mitra’ yang tersebar hampir disetiap desa/kelurahan, tak mematahkan semangat incumbent bupati Telly Tjanggulung untuk kembali maju di Pilkada Juni mendatang.
Tjanggulung saat dimintai tanggapannya oleh BeritaManado.com, soal banyaknya stadment dan pernyataan berbagai elemen masyarakat yang menginginkan tou Mitra asli sebagai pemimpin Mitra kedepan, demikian untuk baliho yang juga bertuliskan harus putera daerah, menanggapinya dengan bijaksana. “Saya memang bukan putera daerah, tapi saya puteri bangsa yang tidak ingin bepikir secara sempit tetapi berpikir nasionalis,” kata Tjanggulung.
Lanjutnya, siapa saja bisa membuat pernyataan, namun tidak semua pernyataan itu adalah kebenaran. “Dari dulu sudah terbukti bahwa masyarakat Mitra tidak semua yang berpikir harus putera daerah, melainkan lebih memilih figur yang tulus dan berkarakter baik. Dan saya hanya bisa mendoakan supaya masyarakat diberikan hikmat dan pencerahan oleh Tuhan untuk bisa memilih yang terbaik,” pungkasnya.
Tjanggulung kemudian mencontohkan pasangan Jokowi-Ahok yang bukan putra daerah melainkan hanya pendatang tapi terpilih karna kepercayaan rakyat DKI, Abraham disuruh keluar dari negri asal ke negeri yang Tuhan janjikan, Ester jadi ratu di negeri asing dimana bangsanya dijajah,
Daniel, Yusuf, Sadrak, Mesak, Abednego dan masih banyak lagi adalah orang-orang yang di angkat Tuhan dan dipermuliakan di negeri asing yang bukan tempat mereka (daerah kelahiran mereka).(dul)

banya mulu kong putar bale, nda mo maju tu Mitra Klo dia yg jadi ulang…
@Tole, kaya betul aja JaDi mu itu…. Jeremia Damongilala itu juga ada temuan BPK, pada Laporan Hasil Pemeriksaan BPK 2010 dan 2011 masalah Tunjangan yang diterima tidak sepatutnya…. jadi jangan banyak mulut… kami ada kopian dokumen LHPnya…. gak usah sok suci deh…. kalo mo soal bagus bagusan masih THL (Toni Hendrik Lasut) yang bersih, mengerti Birokrasi, Kuasai Pengelolaan Keuangan, Anggaran, tahu tu pejabat-pejabat pang bajilat…. kalo di rapat dewan, beliau paling keras kalo soal anggaran yang tidak sesuai aturan… dia paling anti kalo kadis2 jaga goreng pa dia… Pokoke salut deh buat Putra Mitra yang satu ini…
@a.mawus.. So ngoni tu panjilat bupati model bagini ng blng Tulus justru bulus, dia salalu jbawa2 nama tuhan maar dp tingkah laku jaoh skali deng kenyataan.disclemer 4 thn berturut2 membuktikan ketiak tahuan T2 akan tatakelola pemerintahan(keuangan).. Trus penghinaan terhadap adat istiadat(prihal lambang patokan esa). Karir birokrat asli terabaikan justru t2 pake dp laki pe bekas anank buah.tidak menghargai wakil bupati. Saatnya tou mitra yg JaDi tuang ruma di tanah sandiri. Hidup tou mitra iyat u santi,patokan esa
ikut2an jokowi? ngomong gampang, bisa action spt jokowi baru hebat.
Saya sangat sayang dengan torang pe bupati ini… karena kebaikannya sering dimanfaatkan oleh Tim Suksesnya, Kepala Dinasnya, kontraktornya dan orang orang dekatnya… Ibu bupati sangat baik sekali, tapi karena terlalu baiknya sehingga beliau tidak tegas, gampang terpengaruh, tidak bisa membedakan mana aturan dan kebijakan…. ini dapat dilihat melalui temuan2 BPK antara lain boleh dilihat melalui link ini.. http://sulutonline.com/berita/1435-bpk-nilai-pengelolaan-keuangan-daerah-di-sulut-buruk.html “kata Pak Saptogiri Kepala BPK “Mitra salah satu yang paling kronis, 163 rekomendasi, cuma 1 yang ditindaklanjuti. Ibaratnya penyakit, ini sudah taraf kanker stadium lanjut,”katanya.’
masukan saya kalo ibu mau untuk terpilih, walaupun Ibu adalah Putri Bangsa tapi kalo Ibu tidak tegas, tidak berani dan tidak memiliki komitmen pasti daerah ini akan jalan di tempat baik dari pengelolaan keuangan dan pembangunannya… seperti kasus yang torang tahu pengadaan tanah untuk GOR di Liwutung, kasus ini sudah sampai di Kejaksaan, kasus ini adalah bagaimana orang orang dekat Ibu yang memanfaatkan kedekatan dengan mengambil suatu keuntungan ratusan juta untuk kepentingan pribadi (Noci Raco dan Doni Kandowangko)… kadang maksud baik untuk pembangunan gedung olahraga disalahgunakan oleh orang dekatnya… dengan menaikkan harga tanah jauh diatas harga pasar…. sungguh miris… Saran saya jauhi TS yang seperti ini… TS yang benar2 menyukseskan ibu adalah TS yang mendukung kemajuan Pembangunan bukan hanya memanfaatkan kebaikan ibu….