Manado — Banyak hal yang mencuat dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Sitaro yang digelar, Senin (8/1) lalu di Hotel Gran Puri Manado. Selain semua kader
tetap mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai satu-satunya calon ketua umum DPP PDIP, Freddy Harry Sualang sebagai calon Ketua DPD PDIP Sulut, juga
ikut disampaikan pengurus anak cabang (PAW) se-Sitaro yakni memajukan duet Toni Supit SE MM dan Djibton Tamudia BAc (SUTA) sebagai calon bupati dan
wakil bupati pilkada 2013 mendatang.
Usulan ini cukup berdasar karena PDIP sebagai pemenang pilcaleg dan pilkada lalu. Kendati untuk pilkada pasangan partai berlambang kepala banteng ini mengusung Supit-Kuera (SUKUR) dan meraih simpati masyarakat. Akankah duet SUKUR ‘pecah’ dan PDIP menjagokan kadernya sendiri? Masih sangat prematur untuk dijawab.
Ketua DPD PDIP Sulut ketika dikonfirmasi dengan tegas mengatakan untuk Toni Supit sudah harga mati menjadi calon bupati berikutnya di Sitaro. “Dengan
terpilihnya beliau (Supit,red) pada Konfercab kedua ini otomatis dia akan menjadi calon bupati,” tukas Sualang.
Ketika disinggung berpasangan dengan Kuera atau kader sendiri, Sualang menyebutkan semua tergantung keinginan masyarakat. “Kita lihat perkembangannya seperti apa. Kalau masyarakat masih menginginkan SUKUR tetap bersanding berarti itu yang akan direstui. Sebaliknya, jika arus bawah menginginkan papan satu dan dua kadernya sendiri juga tidak masalah. Pokoknya semua tergantung masyarakat,” urai ayah tercinta Richard Sualang yang juga Ketua DPC PDIP Manado.
Diketahui pilkada Sitaro memang cukup jauh nanti digelar 2013, akan tetapi suhu politik menjelang pilkada kedua di ranah kabupaten berjuluk Karangetang
Mandolokang Kolo-Kolo ini sudah makin ramai diperbincangkan. Yang paling ditunggu apakah Supit dengan PDIP akan bertarung dengan kadernya sendiri, begitu juga Kuera yang kini sudah punya kendaraan sebagai Ketua PG Sitaro, ataukah keduanya akan berkoalisi sehingga melanjutkan kolaborasi
Merah-Kuning jilid II?(nadine)
