Mitra

Software Simkeudes Mudahkan Pemdes Kelola Dandes

Mitra, BeritaManado.com – Sebanyak 135 Operator Desa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) digodok oleh BPKP Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait aplikasi penggunaan software Sistem Informasi Keuangan Desa (Simkeudes).

“Para operator Simkeudes ini dari unsur bendahara maupun sekretaris desa yang diangkat menjadi operator Simkeudes di desa,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Mitra Drs Piether Owu ME, Selasa (20/4/2016).

Menurutnya, dengan mengikuti Bimtek ini, para Hukum Tua (Kumtua) maupun perangkat desa dapat lebih mudah membuat SPJ keuangan melalui Dana Desa (Dandes) yang disalurkan tahun 2016 ini.

“Sistem ini akan memudahkan pengawasan dalam SPJ keuangan yang di kelola oleh desa,” ungkapnya.

Plt Asisten II Setda Kabupaten Mitra ini menyebutkan, para operator ini mengikuti Bimtek selama dua hari sejak Selasa (20/4) hingga Rabu (21/4) hari ini.

“Mereka digodok selama dua hari oleh tim dari BPKP Sulut. Jadi sistem ini sama dengan Simda yang ada di Pemkab Mitra. Sehingga memudahkan Kumtua dalam pengawasan penggunaan dana sesuai dengan  APBDes. Jadi kalau sistem ini sesuai APBDes. Yang tidak sesuai dengan APBDes tidak bisa dibaca di sistem,” tandasnya.

Terkait penggunaan Software Simkeudes ini Owu menjelaskan, para operator ini tidak dipungut biaya alias gratis, seperti yang berkembang di media sosial.

“Tidak ada biaya yang dibebankan kepada operator. Apalagi kalau menggunakan Dandes. Ini murni dana dari BPMPD Mitra,” tegas Owu.

Sementara pengamat IT yang juga Dosen Politeknik Negeri Manado mengingatkan kepada para hukum tua jika pembayaran software Simkeudes menggunakan angaran dana desa, maka khawatirkan akan jadi seperti di daerah lain yaitu modus penggerogotan anggaran dana desa.

“Dibuat program yang seolah-olah usulan desa dan menjadi kebutuhan sangat penting yakni pembelian software terkait simtem informasi dan pelaporan keuangan desa. Padahal sebetulnya memakai aplikasi microsoft excell saja sudah cukup. Sebagai auditor di bidang IT saya akan telusuri hal ini,” tegas Robby Lumbu. (rulansandag)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara