Lainnya

SMP Frater Don Bosco Tomohon Peringati Hari Anak Nasional Secara Sederhana

SMP Frater Don Bosco Tomohon Peringati Hari Anak Nasional Secara Sederhana

Siswa SMP Frater Don Bosco Tomohon saat melakukan Senak Anak Indonesia Hebat dalam rangka Hari Anak Nasional 2025

Tomohon, BeritaManado.com — Rabu (23/7/2025), SMP Frater Don Bosco Tomohon memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2025.

Peringatan tersebut dilakukan secara sederhana yang didahului dengan apel dan ibadah pagi di Lapangan Olahraga SMP Frater Don Bosco Tomohon pukul 07.00 WITA.

Setelah apel dan ibadah pagi, para siswa kelas 7 – kelas 9 diberi kesempatan untuk rehat sejenak sambil menunggu agenda selanjutnya dalam rangka Hari Anak Nasional 2025.

Tepat pukul 8.00 WITA, seluruh siswa yang telah berada kembali di lapangan olahraga dan melakukan Senam Anak Insonesia Hebat dipandu oleh sejumlah Pengurus OSIS dan guru-guru.

Setelah senam bersama, seluruh siswa menerima komando dari salah satu guru untuk mengambil sikap sempurna dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh hikmat.

Agenda tersebut ditutup dengan doa bersama yang diambil dari buku panduan siswa yang ada.

SMP Frater Don Bosco Tomohon Peringati Hari Anak Nasional Secara Sederhana

Kepala SMP Frater Don Bosco Tomohon Fr Gerfasius Soli SS CMM, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, baik bagi guru maupun siswa.

“Intinya bahwa peringatan Hari Anak Nasional ini, maknanya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun saat di rumah,” ungkap Fr Gerfasius Soli.

Ditambahkannya, SMP Frater Don Bosco Tomohon sendiri memiliki spiritualitas St. Yohanes Don Bosco sebagai pelindung.

“Salah satu yang kami tanamkan kepada seluruh siswa dan guru, bahwa selama berada di lingkungan sekolah, baik siswa maupun guru, sama-sama harus menghidupi semboyan “Fraternitas” atau persaudaraan,” katanya.

Jadi, dengan semboyan tersebut, seluruh siswa diharapkan dapat memaknainya melalui sikap saling menghargai satu sama lain.

“Tidak ada praktek bullying, tindakan rasis dan sejenisnya dalam bentuk apapun. Semua siswa baik itu kulit putih maupun kulit hitam, semuanya memiliki derajat yang sama. Semua harus saling mengasihi dalam semangat persaudaraan,” harapnya.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara