Sangihe

Sistem pengembangan pertanian terpadu dikembangkan di 6 kecamatan

Tahuna – Setelah pencanangan sistem pertanian terpadu oleh Bupati Kabupaten kepulauan Sangihe beberapa waktu lalu, kini pihak Dinas Pertanian, Perkebunan, Perternakan dan Perternakan (DP3K) Kabupaten Kepulauan Sangihe mengembangkan sitem ini di 6 Kecamatan.

Menurut sekretaris DP3K Ir. Sonny Kapal MM, mengatakan ditentukannya kawasan pengembangan sistem Pertanian terpadu tahun pertama ini berdasarkan potensi dari wilayah tersebut seperti di Kecamatan Tabuka Selatan di kampung Malamengu, Kecamatan Tamako di Kampung Binala,Lelipang,Menggawa II, dan Kalinda I, Kecamantan Manganitu di Kampung Manungpitaeng dan Taloarane, Kecamatan Tabukan Utara di 6 kampung diantarnya Kampung Pusunge,Lengananeng,Bowongkulu,Utauranio, Tarolang,Naha I dan Raku sedangkan Kecamtan Tahuna Barat di Kelurahan Pananekeng,Kolongan Mitung,Kolongan Beha Baru serta kecamatan Tabukan Selatan Tengah di kampng Salurang.

“ Nantinya di tahun kedua akan dikembangkan di semua kecamatan yang ada ini baru 6 kecaman.”Kata kapal.

Dikatakannya pula, Khusus Kecamatan Tabukan Utara di Kampung Raku dan Naha dikembangkan tanaman Cabe Rawit Sangihe (HRSa) dan tanaman Jagung yang dikelolah oleh 3 kelompok Tani.

“ Khusus Kecamatan Tabut dikembangkan Cabe Rawit (HRSa) dan Jagung manis.” Tutupnya.(gun).

Satu tanggapan untuk “Sistem pengembangan pertanian terpadu dikembangkan di 6 kecamatan”

  1. Pak bupati…
     
    sekarang ini sudah tahun 2015…
     
    untuk menanam cabe saja baru mau dimulai tahun 2015 dengan pakai ilmu program terpadu…???
     
    Cabe itu komoditi pertanian yang paling…paling gampang dibudidayakan…tak harus pakai jurus terpadu yang cuma makan anggaran terpadu saja…
     
    hitung2 anggaran terpadu itu bisa dipakai buat beli saja cabe sebanyak2nya lantas dibagi2 ke masyarakat…
     
    memangnya selama ini Dinas Pertanian makan gaji buta…???
     
    Tutup saja Dinas Pertanian…
    Semua anggaran untuk Dinas Pertanian dipakai mensubsidi semua jenis komoditi barito di pasaran…
     
    Lihat saja ketika badai bulan Januari…
    seminggu tidak ada pasokan dari Manado…
    Cabe 400ribu per kg…Ikan Tude 20ribu per ekor…
    Daging ayam habis…telur habis…
    Dinas Pertanian…Perikanan…Peternakan… kerja apa selama ini…???

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara