
Penulis: Tim Redaksi
Tensi persaingan ASEAN Cup (Piala AFF) 2026 mendadak memanas di luar lapangan.
Legenda hidup sekaligus mantan kapten Timnas Thailand, Theerathon Bunmathan, melemparkan psywar menohok dengan menegaskan bahwa negaranya tetap menjadi kandidat tunggal paling pantas untuk merengkuh trofi juara tahun ini.
Pernyataan berani tersebut muncul di tengah gelombang keraguan publik terhadap kedalaman skuad The War Elephants.
Pasalnya, Thailand hadir di edisi 2026 dengan merombak peta kekuatan dan mencatatkan rata-rata usia pemain tertua di antara kontestan lainnya.
Meskipun peta kekuatan kawasan kini bergeser terutama melihat ledakan performa Timnas Indonesia dan Vietnam yang mengandalkan regenerasi pemain muda penuh energi, Theerathon menolak anggapan bahwa era kejayaan Thailand telah usai.
“Tim ini menyimpan potensi luar biasa berkat perpaduan kematangan pengalaman dan determinasi darah muda,” cetus bek kawakan tersebut.
“Selama kolektivitas tim terjaga, saya sangat yakin tropi juara akan kembali ke Thailand,” tambahnya.
Keyakinan Theerathon tentu bukan tanpa alasan.
Sosok yang sukses mengantar Thailand merengkuh tiga gelar juara Piala AFF (2016, 2020, dan 2022) itu menilai kedewasaan bertanding sering kali menjadi pembeda di fase-fase krusial turnamen ganda seperti ini.
Langkah awal Thailand di babak penyisihan Grup B sejauh ini masih berjalan mulus.
Mengandalkan ketajaman Teerasak Poeiphimai di lini serang, anak asuh Masatada Ishii sukses mengamankan tiga poin perdana usai melibas Laos lima gol tanpa balas.
Kendati demikian, klaim sepihak dari sang legenda dipastikan bakal menambah panas tensi persaingan.
Pasalnya, Timnas Indonesia yang diperkuat deretan amunisi muda bertalenta tinggi siap membuktikan bahwa peta kekuatan sepak bola Asia Tenggara kini telah berubah.
