Agama dan Pendidikan

Sidang Majelis Sinode GMIM, Sampelan: Robot Figur Tepat Wakil Ketua BPMS

Sidang Majelis Sinode GMIM, Sampelan: Robot Figur Tepat Wakil Ketua BPMS
Yuddi Robot SH (kiri) dan Tommy Sampelan (kanan)

Manado — Perhelatan Sidang Majelis Sinode (SMS) akan memasuki babak akhir yakni pemilihan struktur Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Periode 2022-2027 yang akan berlangsung besok, Rabu (30/3/2022) di GKIC Manado.

Setidaknya ada 13 posisi struktural yang nantinya akan diisi oleh 36 nomine dari unsur Pelayan Khusus baik Diaken, Penatua maupun Pendeta.

Menurut Tommy Sampelan, pemilihan BPMS pasti akan berlangsung ketat dan alot mengingat begitu banyak yang terjaring sebagai calon.

ADVERTISEMENT

Namun harus dipahami bahwa SMS merupakan perwujudan pesta iman kristiani khususnya warga GMIM.

Sehingga walaupun ada perbedaan soal pilihan tetap harus dijaga persatuan, kebersamaan dan persaudaraan.

“Bukan kebetulan, pelaksanaan SMS kali ini bertepatan dengan masa raya Minggu Sengsara sehingga sangat penting bagi calon, pemilih serta warga GMIM untuk saling mendoakan dan merefleksikan nilai-nilai cinta kasih, saling mengampuni dan menghindari dendam serta membangun soliditas pelayanan. Perbedaan sikap soal pilihan itu hal yang wajar saja tapi harus diutamakan pelayanan gereja untuk berjalan bersama,” ungkap Sampelan sebagai sekretaris BPMJ GMIM Kalvari Pineleng.

Selanjutnya, untuk posisi Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Sertifikasi Aset yang ramai diperbincangkan menurut Sampelan ada beberapa nama yang layak dan dijagokan namun kelihatan Pnt Yuddy Robot SH lebih menonjol.

“Dari hasil pemantauan di 7 rayon justru nama Penatua Yuddi Robot SH yang mencuat dan dipandang figur tepat di posisi Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Sertifikasi Aset. Ini sangat beralasan mengingat yang bersangkutan disamping memiliki track record pelayanan yg jelas dan terukur mulai dari Pemuda, juga dikenal sangat dekat dalam membantu dan menghadirkan rasa keadilan bagi jemaat di lingkup GMIM melalui pelayanan hukum berupa advokasi dan litigasi,” tegas Sampelan yang juga merupakan utusan majelis sinode.

Sampelan menambahkan, untuk 5 tahun ke depan pelayanan GMIM bidang hukum harus mendapat perhatian serius. Sehingga sangat dibutuhkan figur yang profesional, kompeten dan kapabel.

“Kapasitas seorang Penatua Yuddy Robot tidak diragukan lagi dalam memberi kontribusi di bidang hukum. Karena dia bertekad untuk tuntaskan penataan dan penanganan masalah hukum kelembagaan dan aset sinode baik secara perdata dan pidana, litigasi dan non litigasi. Ini perlu di endorse,” ujar Sampelan yang juga Staf Khusus Gubernur Sulut.

Pelaksanaan Sidang Majelis Sinode yang berlangsung selama 3 hari merupakan wadah pengambilan keputusan yang membahas dan menetapkan Visi dan Misi GMIM, membahas dan menetapkan Rencana Strategis GMIM serta memilih dan menetapkan Komposisi BPMS.

(***/rds)