
Minut, BeritaManado.com — Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, menegaskan perlunya percepatan pelaksanaan 12 Program Prioritas Pemerintah Pusat dalam rapat yang digelar bersama seluruh perangkat daerah, Jumat (21/11/2025).
Dalam arahannya, Bupati Joune menekankan tahun 2025 menjadi momentum penting menyiapkan data lengkap, akurat, dan terbaru sebagai dasar evaluasi pemerintah pusat.
Menurut Joune, terdapat tiga poin utama yang harus segera disiapkan oleh setiap perangkat daerah yakni program sudah berjalan dan berfungsi, langkah percepatan yang sedang dan akan dilakukan, dan ientifikasi kendala di lapangan yang menghambat pelaksanaan program.
“Ketiga hal ini harus kita identifikasi satu per satu. Data lengkap ini akan kita laporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, yang kemungkinan besar dimintakan paling lambat awal tahun depan,” ujar Joune.
Joune mengingatkan pada 2026 pemerintah daerah akan menghadapi pengurangan dana transfer ke daerah.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya fokus pada program yang memiliki nilai evaluasi tinggi dan berpotensi memberikan dana insentif dari pemerintah pusat.
Sebagai salah satu program yang berjalan di Minahasa Utara, Joune mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait menyampaikan data secara rinci, meliputi jumlah unit kegiatan yang sudah beroperasi, unit sedang dibangun atau berproses, unit yang belum berjalan, serta perkiraan kebutuhan unit di masa mendatang.
Selain aspek operasional, Joune menekankan pentingnya data manfaat program, seperti jumlah siswa dan ibu hamil penerima manfaat, capaian persentasenya, dan kelompok yang belum terjangkau.
“Data ini akan menjadi indikator apakah kita serius menindaklanjuti program ini atau tidak. Kendala di lapangan juga harus jelas, apakah berasal dari pemerintah kabupaten atau justru dari pusat,” jelasnya.
Bupati dengan tegas menyampaikan agar tidak ada satu pun data yang terlewat dalam proses pelaporan.
Ia menginstruksikan setiap OPD mengidentifikasi secara detail seluruh kegiatan yang masuk dalam kategori program prioritas, termasuk inovasi-inovasi daerah seperti pemberian makanan tambahan, susu untuk anak, dan pola asuh keluarga.
“Jangan sampai ada kegiatan yang terlewat masuk dalam laporan. Identifikasi semua. Ini penting agar laporan kita lengkap dan bisa dinilai maksimal,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
