Sementara Hinsa, pada kesempatan yang sama bersama Budie, menyampaikan proses forensik masih berlangsung. Dia belum dapat memastikan apakah terjadi kebocoran data atau tidak akibat serangan yang terjadi.
“Sampai saat ini yang kami tahu data itu dalam terenkripsi. Pengertian kebocoran data berarti kan dia keluar dari pusat tersebut,” ujarnya.
“Tapi, hasil koordinasi kami dengan Telkom dan hasil secara teknis dari forensik kami, yang kami tahu sekarang dia terkunci di situ. Soal dia bocor di luar, belum bisa kami pastikan 100 persen,” sambungnya.
Sumber: Liputan Khas Suara.com
