Berita Utama

Senin, Reputasi Andrei Angouw Dipertaruhkan

Coco Swalayan (saat ini sudah digunakan oleh Multimart), dibawah Hotel Gran Puri di Kelurahan Ranotana (foto beritamanado)
Coco Swalayan (saat ini sudah digunakan oleh Multimart), dibawah Hotel Gran Puri di Kelurahan Ranotana (foto beritamanado)

Manado – Integritas Andrei Angouw sebagai pengusaha sekaligus politisi akan ditentukan Senin (22/4). Pasalnya, pada hari itu nasib 100 lebih mantan karyawan Coco Supermarket Dept Store dengan nama Andrei Angouw yang ikut disebut-sebut akan diputuskan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Hal tersebut dibenarkan Yoppy Warbung, salah-satu mantan karyawan Coco Supermarket. “Sebenarnya keputusan Senin lalu tapi hakim mengumumkan keputusan ditunda hingga Senin, 22 April,” ujar Warbung kepada beritamanado, Sabtu (20/4).

Sebagai mantan karyawan yang mencari keadilan Yoppy masih berharap ada etikad baik pihak perusahaan termasuk Andrei Angouw yang oleh wartawan menilai Angouw sebagai salah-satu pihak yang ikut bertanggung-jawab.

“Tentunya putusan PHI nanti ikut menentukan reputasi pak Andrei sebagai pengusaha maupun politisi. Kami rakyat kecil yang hanya menuntut keadilan. Proses hukum sudah berjalan, kami masih yakin keadilan tidak bisa dikalahkan,” tutur Warbung. (Jerry)

6 tanggapan untuk “Senin, Reputasi Andrei Angouw Dipertaruhkan”

  1. Terinfo: senin 29/4/2013 sudah diputuskan oleh PHI di PN Manado bahwa gugatan ex karyawan COCO pada Pemilik COCO ditolak dan diputuskan bahwa apa yang dilakukan oleh ex karyawan COCO tersebut adalah tindakan mengundurkan diri dan olehnya hanya berhak atas penggantian hak sebesar 15% sedangkan apa yang dituntut bahwa perusahaan melakukan PHK tidak terbukti.

    Jelasnya boleh redaksi konfirmasi pada PN manado, jangan ketika ada masalah yang menyudutkanb salah satu pihak saja beritanya dimuat tapi setelah ada solusi dan “jawaban nyata” atas masalah tersebut redaksi tenang-tenang saja (tidak ada muatan terkini).

    Trims

  2. Cukup informatif apa yang disampaikan Konsumen COCO, agak berimbang jika dengar isi hati Sonny Runtu, mar tu Ranotana sepertinya sotalalu kasar dan kesal stou sampe-sampe so SARA bagitu. Tolong redaksi portal ini profesional, kan sebelum comment2 ini dimuat, di’pelototin’ dulu oleh editor. Kalo babagini ini cerita, orang bisa lari ke portal lain.
    Semoga redaksi lebih atensi.

    Mari torang sama2 sopan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan sesuatu. Hati boleh panas tapi pikiran mustui dingin.
    No tunggu jo putusan pengadilan atas tu masalah, pengadilan adalah jalan terbaik di negeri ini, Torang negara hukum maka torang masih percaya di lembaga hukumlah torang bisa dapat keadilan itu.
    Tantu semua musti legowo, Coco harus siap kalah siap menang sebaliknya karyawan juga harus bisa menerima dengan lapang dada jika harus menerima pil pahit (yg terburuk).

    bagitu jo!

  3. malo so….

    eh ini cina satu ini salalu pake nama samaran, sama deng dia ada maso di dialog interaktif tv lokal manado, dia kase kritik pa ibu mitra bilang cina.

    sapa te yg mo bela itu coco so tinggal andre aaaa
    hahaha memang kata-kata diatas lincah dan picik menjelaskan

    malo anggota dewan nda mampu bayar pesangon
    kapok nda laku di coco bitung..
    apa yang kau tabur, itu yang kau tuai..

    siang baye

  4. Kyapa malo so aa andre….!!!

    aneh itu koment diatas kita rasa yang ba komend sapa te kalau bukan yang bersangkutan.

    kita pernah dengar dia masuk di dialog interaktif tv lokal manado pejelas ini andre pe suara mar pake nama samaran dari situ jo so tukang pang ba leo, di dialog si barang menghina yang pimpin torang pemitra, cuma gara-gara burung merpati, kong bawah-bawah nama etnis, sama deng tu satu ini pemata kurang jaga tahan dengan batang macis supaya nda ja tatutup ley mo ba aksi.

    sapa te yang mo bela itu coco kalau bukan koko andre.
    jadi so tau to sapa yang ba comend diatas

  5. Ya itu keterangan umum.atau FORMAILITAS INFORMASI, TAPI, torang tidak lihat kedalam. Pengusaha di Indonesia termasuk Andrei Angouw tidak dapat dikatakan pengusaha yang jujur seratus prosen. dorang yg pemilik perusahan so tahu ketika perudahan so nda sehat so lama dia mencabut diri dari perusahan tersebut, biar dorang punya. SO, tidak bisa juga dipercaya sungguh sungguh niat Andrei Ang. Sementara pihak karyawan selalu dipihak yang lemah. Disukung oleh finansial, kekuasaan politik, bahkan informasi yg pasti karyawan tetap di posisi KALAH. Jadi konsumen COCO yg dimana COC aso nda ada dan pemilik so tau somo ruibuh tidak usah mengklarifikasi yang demikian. Kita curiga ini kalimat orang dekat Andrei Ang atau Andrei sandiri.
    Kalaupun kalian org dalam, satu saja khan torang minta pa Andrei apakakah dia mau berbagi harta ke pihak yang lemah. Di Indoesia ini banyak org berlindung dibalik aturan formal yg seolah olah benar padahal pengecut so nemau mo rugi dan bayak hak karyawan. Nyanda ada pengusaha yang mau rugi.
    Tapi nanti kita lihat bersama, TUHAN PASTI ADIL DAN TIDAK TUTUP MATA

  6. Qta ada baca tu berita di atas, supaya lebih komprehensif pemahaman terhadap mslh itu qta search topik/nama berita lalu2. Qta kutip salah satu berita di portal ini:
    “Politisi Andrei Angouw menilai agar permasalahan Coco adalah masalah hukum. Masalah perbedaan penafsiran undang undang antara COCO dan para mantan karyawan. Kalau secara musyawarah dan mufakat tidak ketemu, maka hal ini harus diselesaikan secara hukum di pengadilan. Hal ini dikatakan Angouw ketika menyampaikan hak jawab kepada beritamanado.com.” (31/7/2012)

    Dari situ saja sojelas, biar qta org awam dan cuma konsumen katu di COCO sodapa tau bagaimana kredibilitas dan integritas Bp.Andrei Angouw. Ada upaya katu secara musyawarah mufakat tapi jika tidak bisa yah wajar sampai ke pengadilan. Ini masalah hukum, no tunggu jo apa putusan bapak2 hakim. Pak Andrei sudah objektif dan proporsional melihat suatu masalah.

    Itu Yopy Warbung sapa so dia, kalo dia mantan karyawan tantu bapikir sebelum jadi wakil karyawan dalam memberikan input pada wartawan. Kalo yang torang baca dan dengar dari penjelasan Bp.Robert Najoan dorang pe manager di COCO Supermarket, itu karyawan yang nimau diMUTASI (bukan di PHK) ada 112 orang dan kurang lebih 38 orang sudah MENGUNDURKAN DIRI BAE2,nah sisa kira-kira 73 org yn\g menuntut ke pengadilan, bukan 100 irg lebih sebagaimana si Yopi itu ada bilang di atas.

    Torang nintau apa itu Yopi pe maksud itikat baik perusahaan/pak Andrei, setahu torang pihak COCO so cukup beritikat bae momusyawarah dengan pihak karyawan bahkan torang dgr mokase uang pisah kebijakan sampe 80% dari nilai pesangon mar tetap drg nimau. Mau lebe lei padahal drg pemau yang mobrenti katu,COCO nda kase brenti/PHK cuma mokase pindah/mutasi. ckck… sokase hati mau jantung lei.

    No tunggu jo KEADILAN di PENGADILAN, Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan keadilan berdasarkan Yopi,CS pe mau.

    Sebagai konsumen COCO torang katu sorindu mobablanja di COCO lei…Pak Robert dengan pak Andrei bilang akang pa bos2 yang punya COCO buka ulang kwa 1 toko di Manado biar kacili-kacili, jang cuma di MINUT & Bitung. Deng prioritas akang torang pe anak2 mokarja di COCO, daripada tu karyawan2 lama tu dia yang nintau berterima kasih.

    Demikian. Terima kasih Berita manado untuk pemuatan komentar kami.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara