
Bitung – Kepres No 26 Tahun 2012 sudah dikantongi Sulut sebagai International Hub Port (IHP). Bahkan, Pelabuhan Bitung sudah masuk blue print sistem logistik nasional. Tapi IHP Bitung tak mulus berjalan.
Hal tersebut disampaikan oleh ML Denny Tewu, Kamis (25/10/2018).
Lanjutnya, enam tahun berlalu sejak mengantongi Kepres, Sulut masih sulit menembus berbagai rintangan untuk menjadi IHP seutuhnya.
“Tentu saja dibutuhkan ketegasan Pemerintah agar lebih mengedepankan kepentingan teritorial daripada sekedar mendahulukan kepentingan para broker ekspor impor yang sudah nyaman atas rute Sulut ke Jakarta dan Surabaya, baru keluar negeri, padahal secara geografis letak Sulut yang dekat dengan negara-negara Asia Pacific tentu akan lebih efisien, apabila Sulut benar-benar diberdayakan sebagai IHP seutuhnya,” ulas Denny Tewu, Calon DPD RI nomor urut 34 dapil Sulut ini.
Lokasi Bitung, jelas Denny Tewu lagi, merupakan pelabuhan alam yang strategis dan apabila dikembangkan secara maksimal, harusnya secara ekonomis memiliki potensi untuk terjadinya perdagangan yang menguntungkan Indonesia secara keseluruhan dan pasti akan terjadi multiplier efek bagi kemajuan ekonomi Sulut kedepan.
“Masyarakat juga pasti akan siap, karena begitu ada infrastruktur tentu arus barang baik impor maupun ekspor akan terpenuhi dan berkembang, “ tambah Doktor Manajemen Bisnis Akuntansi ini.
Menurut Denny Tewu, selain produk perikanan dan pertanian, ada berbagai produk unggulan Sulut seperti Rumah Papan, dan berbagai industri kreatif yang akan semakin berkembang sesuai kebutuhan negara tujuan ekspor.
“Sebenarnya tidak sulit untuk Bitung menjadi IHP, karena hasil perikanan Sulut merupakan produk unggulan dikawasan Timur Indonesia, tinggal keseriusan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan dan BUMN yaitu Pelindo mau serius mewujudkannya. Angan-angan saya IHP Bitung dapat terwujud secepatnya, untuk itu semua pihak stakeholder terkait di Sulut perlu berjuang bersama untuk mewujudkannya,” kata Denny Tewu serius.
(***/PaulMoningka)
