Padahal Risaldi berstatus debutan, sedangkan Amat comeback setelah cedera.
Ego dan Bahasa Disoal
Pemecatan Shin Tae-yong juga disebut-sebut didorong oleh sejumlah faktor lain, salah satunya soal ego pelatih asal Korsel itu.
Mengenai kendala bahasa beberapa waktu lalu juga sempat jadi sorotan. Komunikasi Shin Tae-yong kepada pemain dengan menggunakan penerjemah dinilai jadi salah satu hambatan di timnas.
Apalagi kemudian Shin Tae-yong dikabarkan sudah diminta pihak federasi untuk belajar bahasa Inggris namun tak kunjung dilakukan.
Lantas mengapa PSSI tidak memecat Shin Tae-yong saat Timnas Indonesia dikalahkan China ataupun Jepang?
Seperti pernyataan Erick Thohir kemarin siang: PSSI tidak mau gegabah saat itu.
Apalagi saat Timnas Indonesia digebuk Jepang, suara suporter masih mendukung penuh Shin Tae-yong dan memaklumi kekalahan tersebut.
“Tetapi sudah dirasakan sebelum pertandingan lawan China. Cuma waktunya terlalu mepet waktu itu, ya yang terbaik ya hari ini, karena kita masih punya waktu 2,5 bulan untuk persiapan (lanjutan kualifikasi),” ucap Erick Thohir.
‘Koneksi Belanda’

Selain itu, pemecatan Shin Tae-yong juga tak bisa dilepaskan dari rumor kerja sama PSSI dengan federasi sepak bola Belanda KNVB. Apa hubungannya?
September 2024, jauh sebelum kejadian di Bahrain dan kekalahan Timnas Indonesia dari China serta Jepang, PSSI resmi menjalin kerja sama dengan KNVB.
“Ini kelanjutan dari pertemuan pada bulan Mei lalu, yakni PSSI dan KNVB sepakat untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat antara asosiasi masing-masing untuk keuntungan bersama,” kata Erick Thohir saat itu.
Adanya kerja sama PSSI – KNVB itu disebut-sebut sebagai sinyalemen pergantian pelatih.
Patrick Kluivert yang disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti STY adalah mantan asisten Louis van Gaal di tim Orange.
“Saya senang karena KNVB siap membantu dan memberikan apa yang kami butuhkan,” ujar Erick.
Perjudian PSSI: Lolos atau Jeblos
Keputusan berani PSSI tidak terlepas dari hasrat mewujudkan mimpi bagi Timnas Indonesia untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026.
Untuk kali pertama dalam sejarah, di bawah kendali Shin Tae-yong, Timnas Indonesia berhasil melaju ke round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan masuk di Grup C.
Berada di grup neraka bersama Australia, Jepang, Arab Saudi, Bahrain, dan China, tidak membuat Timnas Indonesia gemetar, Skuat Garuda nyatanya mampu bersaing.
Bersama STY, Timnas Indonesia kini berada di posisi ketiga dengan poin enam, sama dengan Arab Saudi, Bahrain, dan China yang berada di bawah.
