Sementara Jepang berada di puncak dengan 16 poin, diikuti Australia dengan poin tujuh.
Namun, pencapaian itu belum cukup dan tidak sesuai dengan perhitungan PSSI, sehingga Erick Thohir merasa perlu mengambil risiko.
“Saya rasa merupakan hal yang biasa untuk posisi Kualifikasi Piala Dunia ini juga banyak negara-negara mengganti posisi pelatihnya. Tinggal dihitung risikonya,” ucap Erick Thohir.
Pergantian ini akan menjadi perjudian bagi PSSI.
Bisa saja benar Timnas Indonesia akan semakin membaik bersama pelatih baru, tetapi ada juga potensi untuk memburuk.
Pelatih Baru Memegang Kunci

Pelatih baru Timnas Indonesia akan memegang kunci nasib ke depannya. Jika memiliki kualitas, berprestasi, dan pengalaman yang mumpuni, tentu saja asa akan tetap terbuka.
Apalagi jika pelatih baru Timnas Indonesia memiliki pengalaman menangani tim nasional dan tampil di Piala Dunia.
Ia akan mampu menularkan aura dan mental bertarung di panggung dunia.
Sayangnya, isu mencuat bahwa pelatih baru adalah mantan striker Timnas Belanda, Patrick Kluivert.
Bukan bermaksud mengecilkan, pelatih 48 tahun itu masih minim pengalaman.
Sedikit tim yang pernah ditangani sebagai pelatih kepala, yakni pelatih Curacao, Akademi Barcelona, Twente U-21, Ajax Amsterdam U-19, dan klub Turki Adana Demirspor.
Selebihnya, Patrick Kluivert menjadi asisten pelatih di Timnas Belanda dan Kamerun.
Belum ada pencapaian spesial sebagai seorang pelatih.
Erwan Hendarwanto selaku asisten pelatih di PSIM Yogyakarta pun merasa pergantian pelatih ini sangat riskan.
Namun, ia berharap keputusan PSSI benar-benar bisa berdampak positif untuk kepentingan Timnas Indonesia.
“Saya pikir riskan dan berbahaya karena waktunya mepet. Perjudian ya mengganti Shin Tae-yong. Patrick Kluivert memang memiliki profil besar sebagai pelatih, tapi belum bisa dianggap sukses di kepelatihan,” kata Erwan Hendarwanto kepada Suara.com, Senin (6/1/2025).
“Pelatih baru nantinya akan memegang kunci ke depannya, sosok yang sangat penting untuk bisa memenuhi target lolos ke Piala Dunia. Kita sebagai insan sepak bola menghormati PSSI. Berharap apa yang diinginkan PSSI bisa tercapai,” imbuhnya.
Oleh karena itu, perlu pertimbangan matang dari PSSI mengenai sosok pelatih baru karena dia lah yang benar-benar akan memang kunci apakah Timnas Indonesia akan melangkah lebih jauh atau semakin rapuh.
