Minahasa

“Saya Tidak Setuju Dengan Konsep Kegiatan Santa Claus”

Langowan – Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow, Minggu (15/12/2013) kemarin pada acara Safari Natal di Kota Langowan menyatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan konsep pelaksanaan kegiatan Santa Claus saat ini, termasuk yang dilakukan pemuda GMIM. Menurutnya, saat ini kegiatan Santa Claus secara umum sudah tidak lagi menginspirasi Yesus Kristus.

Ditambahkan Bupati JWS, justru yang dirasakan saat ini adalah ketakutan bagi anak-anak. Pendapat tersebut turut didukung dengan pernyataan beberapa anggota jemaat. Salah satu yang disoroti yaitu adanya beberapa orang berpakaian hitam berpenampilan sebagai malaikat pencabut nyawa.

“Mengenai hal ini saya meminta kepada seluruh penatua pemuda untuk mengkaji dan mengevaluasi kembali konsep pelaksanaan kegiatan Santa Claus. Kalau bisa ke depan suasananya lebih mengedepankan hal-hal yang terinspirasi dari figur Yesus yang penuh dengan cinta kasih,” ungkap JWS. (Frangki Wullur)

5 tanggapan untuk ““Saya Tidak Setuju Dengan Konsep Kegiatan Santa Claus””

  1. betul itu kegiatan santa claus saat ini jauh dari iman kristiani, lihat saja faktanya rombongan santa claus justru malah mabuk2an, membuat keonaran di jalan,konvoi kendaraan masuk kota beking tambah macet dan berbagai hal negatif lainnya. Setuju ditertibkan agar lebih mengedepankan hal-hal yang terinspirasi dari figur Yesus yang penuh dengan cinta kasih

    • Vivie…tradisi Sinterklas itu pada dasarnya sangat mencerminkan sikap Yesus Kristus yang penuh cinta kasih… karena pada Sinterklas itu adalah sebuah kegiatan ‘memberi hadiah Natal’ bagi anak-anak manis…dengar2an sama orang tua…tidak nakal… akan mendapatkan hadiah dari Sinterklas…
      Bagi yang nakal nanti ada piet hitam yang menakutkan..
      Gak usah lebay menanggapinya…seperti kata saya anggap saja Pernak-Pernik Natal… kalau soal mabuk2an itu dikembalikan pada Pelka masing-masing Gereja… koq bisa ya anggotanya punya sikap seperti itu pada saat pelaksanaan Sinterklas…jangan malah sinterklas yang disalahkan…
      Udah jauh-jauh datang dari eropa mau dimarahin…hehehehehe…

  2. @einstein … baca bae2 ini brita baru komen.
    yang dimintakan bupati adalah himbauan bagi pemuda gmim, karena memang kegiatan santa claus saat ini jauh dari iman kristiani, dimana rombongan santa claus justru mabuk2an, membuat keonaran di jalan, dan berbagai hal negatif lainnya. Itu FAKTA sekarang pak Einstein.

    • Fakta juga pak Sinterklas…

      menilik dari berita akhir-akhir ini… ternyata di Sulut ada ‘suasana baru’ yang saya kira hanya berkembang di kalangan masyarakat saja…ternyata juga dipicu oleh oknum pejabat pemerintah…

      suasana apa itu…???
      di Daerah yang dibanggakan akan kerukunan umat beragama…ternyata ada ‘perang dingin’ atau ‘sentiment terselubung’ antara Kristen Protestan dan Katolik…

      Secara terselubung…tak terang2an… jika ada even2 atau suatu sikap yang mencerminkan kekatolikan…ternyata pihak protestan selalu menyerang secara halus dengan berbagai cara yang sentimentil… seperti halnya even Sinterklas yang sebenarnya hanya punya Katolik ternyata sudah diekori oleh Protestan…

      malu dong sama jemaat ‘sebelah’…

  3. Pak bupati…
    yang berpakaian hitam itu namanya swaterpiet bukan Santa Claus…

    Yang datang memberi hadiah Natal di malam kelahiran Yesus itu adalah seorang dermawan bernama Santa Claus…yang menjadi budaya dimana-mana…
    Sangat mencerminkan sikap Kasih Sayang Yesus kristus…anak-anak tak boleh nakal…”nanti nak Jantje ditangkap swaterpiet kalau nakal ya…???’ hehehehehe…

    Hanya saja cara pelaksanaannya tak ada tata-cara yang baku jadi setiap gereja sudah pakai cara masing-masing untuk mengekspresikan misi dari Santa Claus….

    Karena Santa Claus itu bukan kegiatan resmi Gereja…jadi Bupati tak usah sewot saja… itu sama halnya dengan kegiatan pasang lampu natal…jadi anggap saja bagian bagian dari pernak-pernik natal…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara