
Manado – Jelang Pilkada Minahasa membuat sejumlah kandidat semakin berpikir keras untuk bisa menang dalam pertarungan nanti. Salah satu potensi yang bisa mendongkrak suara akan dimaksimalkan oleh para kandidat, walau harus menabrak aturan seperti melibatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Oleh sebab itu Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang menegaskan kepada sejumlah kandidat agar tidak memobilisasi PNS.
“Memobilisasi PNS itu berbahaya, memobilisasi PNS, itu pasti melanggar Undang-Undang, pasti ditindak dan akan gugur itu dengan sendirinya, bisa gugur kalau ada data-data memobilisasi PNS atau PNS sangat berpihak, buktinya dia mempunyai atribut-atribut yang dipasang dirumahnya, diruangan kantornya atau dimobilnya atau dimana itu tidak boleh,” ujar Sarundajang.
Lebih lanjut Sarundajang mengatakan PNS boleh menghadiri kampanya siapapun, tetapi dilarang menggunakan atribut.
“Segerah dilaporkan kalau ada bukti (PNS menggunakan atribut), jangan ngarang, misalnya bentuk keterlibatannya apa, tidak pandang bulu, keterlibatan kepada siapapun,” tegas mantan Sekda Minahasa ini.
Sarundajang juga menghimbau, menjelang Pilkada Minahasa nantinya agar tidak ada saling fitnah, kalau ada kesalahan atau indikasi kecurangan itu harus dilaporkan dengan bukti-bukti yang kuat.
“Jangan menghancurkan orang kalau tidak benar, itu fitnahkan, bayangkan orang korban karena fitnah, tapi kalau dia difoto, atau direkam dia bicara apa, dimana, kalau dia cuma bicara diwarung kopikan bisa saja dia cuma bergurau, mar ngana lia kalau dia so dipanggung, so kumpul orang, orasi kecil, orasi besar itu sama, silahkan lapor,” kata Sarundajang.
Sarundajang juga mengharapkan agar Pilkada Minahasa nantinya akan berlangsung dengan aman, berwibawa dan santun. “Saya mohon juga keamanannya, hindari kecurangan-kecurangan,” katanya lagi. (xxx)

itulah hebatnya SHS. tidak percuma diberi gelar Doktor Politik, hidup SHS
PNS Pemprop yg tinggal ?î Minahasadi data. Kepala2 dinas badan bidang samua kerja keras – Ivan. Bohong besar
Haaa..pak Gub cek jo sebagai contoh pengunaan PNS medis yg digunakan Ivan for baksos..hairi2 turun lapangan ..mar sedangkan kase makan mar nyanda….Lia jo Direktur RS Noongan dr.Inggrid so mulai tekan stafnya untuk dukung Ivan dengan ancaman, bahkan beberapa so diganti…Cek absen dr.Ingrid..lebe banyak di luar RS…mar pande kwa dia bagosos katu
jago ini SHS, dia p anak buah tu so krg rupa apa bergerilya d minahasa dia blg2 bgtu…
mar blh jo setidaknya d minahasa ini taon bnx proyek dari pemprov, walaupun itu ada udang d balik batu, tapi rakyat skarang nda bodok,, kyp baru skarang nda dari dulu tu proyek2 itu…
yang penting jgn sampe mantan koruptor dg mantan narkoba mo pimpin ni minahasa…
SHS pandai berkelit!! Pernyataan ini seperti pedang bermata dua, yg satu mengarah ke orang lain, yg satu mengarah ke diri sendiri. Sudah rahasia umum bgmn mobilisasi PNS pemprov, bahkan pemkot Tomohon.