
Amurang— Jalan Trans Sulawesi khususnya Amurang Raya dianggap kawasan strategis. Lantaran sarana jalan ini sering dilalui para pengguna jalan dari Bolmong Raya dan Provinsi Gorontalo. Namun pinggiran jalan tersebut dipenuhi sampah oleh warga. Padahal TPA Mobongo beberapa waktu lalu telah resmi beroperasi.
Dari informasi yang diperoleh, selain sampah-sampah milik perusahaan, sampah di ruas jalan itu juga disinyalir sampah “kiriman” warga luar Minsel yang bekerja di Kabupaten Minsel. Membuang sampah pada pagi hari saat melintas di jalan sudah menjadi kebiasaan. Paranya lagi, belakangan ini tak hanya rakyat biasa yang sering buang sampah, namun Pegawai Negri Sipil (PNS) juga terlihat ikut membuang sampah.
“Kami sering melihat pada pagi hari kendaraan berhenti, para penumpang membuang sampah. Herannya, orang dalam kendaraan itu mengenakan seragam PNS. Setelah melempar beberapa bungkusan plastik mereka langsung tancap gas,” ujar Adri M salah satu warga yang tinggal di wilayah jalan Trans Sulawesi kepada beritamanado.com Kamis (21/6) tadi.
Menurutnya, pada malam hari juga sering ada yang membuang sampah dengan menggunakan mobil pick-up dan truck. Yang kemudian diketahui milik beberapa perusahaan besar dari Manado. “Kalau malam hari, jelas saya ikut takut menegur mereka yang membuang sampah. Dikarenakan saat membuang sampah ada sejumlah orang. Saya hanya memperhatikan dari jauh. Selain itu, disini Satpol PP dan mobil Mapalus Kamtibmas tak melakukan ronda,” tukasnya. (and)
