
Penulis: Alfrits Semen | Minahasa Utara
Perubahan penting terjadi di tubuh organisasi Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Minahasa Utara.
Secara resmi, tongkat kepemimpinan kini berpindah ke tangan Joune Ganda setelah keluarnya Surat Keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Pergantian ini merupakan bagian dari mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), menggantikan ketua sebelumnya, Denny Lolong.
Prosesnya pun tidak instan, melewati tahapan organisasi yang difasilitasi langsung oleh DPP dan DPD PIKI Sulawesi Utara.
Keputusan ini sekaligus menjadi bagian dari kebijakan nasional organisasi.
Sekretaris Jenderal DPP PIKI, Audy Wuisang, menyampaikan masa kepengurusan DPC di seluruh Indonesia diperpanjang hingga pelaksanaan kongres nasional yang direncanakan berlangsung akhir April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada Selasa (14/4/2026), bersama Wakil Ketua Umum DPP PIKI yang juga Ketua DPD Sulawesi Utara, Maurits Mantiri, serta Ketua Bidang Organisasi DPP PIKI, Dony Raharja.
Usai menerima mandat, Joune Ganda langsung memberi sinyal bergerak cepat.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sekaligus menegaskan kesiapan menjalankan tanggung jawab baru.
Beberapa agenda strategis yang sudah disiapkan antara lain pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab), penguatan peran dan fungsi organisasi dan eksekusi program kerja yang lebih aktif dan berdampak.
Dalam menjalankan roda organisasi, ia akan didampingi Sekretaris DPC PIKI Minut, Selfran Wungouw.
Pergantian kepemimpinan ini dinilai sebagai langkah strategis menjelang momentum besar organisasi di tingkat nasional.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana kepemimpinan Joune Ganda mampu membawa energi baru dan memperkuat peran PIKI di daerah.
