
MANADO – Rektor Unsrat diduga telah melakukan pembohongan publik saat hearing bersama komisi 4 DPRD Sulut beberapa waktu lalu. Pernyataan Rumokoy terkait beberapa permasalahan di Unsrat ternyata bertentangan setelah pihak komisi 4 melakukan konfirmasi kepada Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta.
“Setelah kami lakukan konfirmasi kepada Dikti Kemendiknas beberapa waktu lalu, ternyata yang dikatakan Rektor Donald Rumokoy banyak yang bertentangan,” tukas Ivone Bentelu, sekretaris komisi 4 di ruang rapat paripurna DPRD Sulut, Selasa (6/3) siang.
Senada juga dikatakan Flora Kalalo, koordinator tim sepuluh ketika ditanyai wartawan. “Sebenarnya temuan dari anggota dewan sama dengan data-data yang ada pada kami. Kami senang anggota dewan yang terhormat bisa melakukan klarifikasi ke kementerian sehingga semakin jelas siapa yang melakukan pembohongan publik,” tukas Kalalo.
Lanjut Kalalo, beberapa pelanggaran yang dilakukan Rektor Donald Rumokoy dalam bentuk pembangkangan, diantaranya, tidak melakukan pelantikan terhadap Dr Julius Pontoh sebagai Dekan FMIPA, perintah pengusutan plagiat dua oknum guru besar, serta sanksi akibat pengusulan guru besar yang tidak sesuai aturan Dikti. (jerry)

Huahahahaha.. Teruskan bung dr. Recky, kalo butuh bantuan data nanti torang supply lagi. Mo itu data dari ttd palsu, kasus pontoh, dll. Dorang itu yg tim provokator putar bale samua, jadi cuma gertak sambal nda pedis drg p data. Hauahahaha..
Skrg dorang p Jakarta katanya mau ketemu Menteri eihh malah diusir oleh pak M (karna nda ada surat tugas dari Rektorat), setelah ketemu dgn pak J balapor konga karna ini flora nda ada yg mo pilih di senat trz dorang kira disana mo percaya. Huahahaha… Teruskan dr. Recky biar torang dan teman2 dsini cukup dibelakang layar saja mensupport dr. Recky.. GBU
Kita salut pada orang2 yang berkomentar seperti si Richard Montong. Caranya mencerminkan seorang akademisi. Walaupun mungkin membela satu pihak tapi tidak seperti si Ricky Sondakh yg terlalu kelihatan ‘penjilat’. Komentar2nya si Ricky tidak menunjukkan ciri2 seorang akademisi.
@Orang Dikti: Siapa takut, anda yang takut dan pengecut, tunjukkan nama dong biar gentel…hehehehe. Bos kamu yang tolol….hahahaha
Yahhh Recky Sondakh lagi… Dasar bumper penguasa.. Kau itu yang TOLOL Kau itu yang BIONGO, Kau itu yang PEMBOHONG. Ayo kalau berani kita adu data. Kau Recky, kan belum pernah ketemu dengan Pak Jhoko Santoso (Dikti) Dan Pak Irjen (Pak DR Haryono Umar) jadi asal nglantur…
Bisa jadi bumper asalkan jangan katakan wakil Rakyat seperti itu. Sok bawa2 nama lembaga DPRD lagi… Kau itu dokter yang berambisi politis, walaupun ilmu politiknya hanya didapat di jalan-jalan.
Kasih nmermu Yuk kita bertemu Dan adu data?? Berani…
Anggota Dewan yth … sekiranya data anda bohong maka akan lebih celaka lagi, dan itu berarti Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat yg terhormat sudah tidak terhormat lagi kah? … Tapi saya sangat memahami dan mengerti bahwa jika pernyataan itu keluar dari Lembaga yg terhormat melalui anggotanya maka 100% bahwa data tersebut harus benar … Semoga masyarakat dan bangsa kita masih tetap percaya kpd Lembaga ini, termasuk saya … Ad Multos Annos …
Ivon Bentelu anda sebenarnya mengerti persoalan Unsrat atau tidak? Jangan anda dapatkan data itu hanya dari pegawai dikti yang mungkin sudah di rekayasa dan anda bilang Rektor melakukan pembohongan publik. aduh anda orang politik tapi tidak tau berpolitik. Coba anda katakan dari siapa anda dapatkan data “versi anda itu”. Jangan bilang Rektor melakukan pembohongan Publik. Anda mungkin yang mendapatkan data bohong..kemudian anda juga mulai berbohong…ck…ck..ck..ck