
Manado, BeritaManado.com – Penguatan layanan onkologi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr R D Kandou Manado semakin menunjukkan kemajuan signifikan.
Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Topping Off Ceremony atau pemasangan atap Gedung Oncology Service Center pada Senin, 15 Desember 2025.
Pembangunan mega proyek Gedung Kanker Terpadu ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan dukungan pembiayaan dari Islamic Development Bank (IsDB).
Dimulai sejak Februari 2025, mega proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026 mendatang.
Pusat Onkologi Terintegrasi dengan Fasilitas Modern

Dalam paparannya, Direktur Utama RSUP Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan Sp.JP (K), FIHA, MARS, mengungkapkan detail fasilitas yang akan dimiliki gedung baru ini.
Dengan total luas lantai mencapai 20.431 meter persegi, gedung ini dirancang untuk menjadi pusat onkologi terintegrasi.
“Gedung ini dirancang sebagai pusat onkologi terintegrasi yang dilengkapi dengan teknologi diagnosis dan terapi terkini serta fasilitas pendukung pasien,” ujar Prof Starry.
Fasilitas yang disiapkan mencakup 146 tempat tidur rawat inap, 18 tempat tidur kemoterapi anak, 13 tempat tidur kemoterapi dewasa, serta 12 tempat tidur rawat intensif.
Kelengkapan fasilitas ini diharapkan dapat secara langsung meningkatkan kemampuan RSUP Kandou dalam menjawab tantangan layanan kanker yang terus meningkat.
Investasi dan Peningkatan SDM

Proyek strategis ini memiliki total anggaran sebesar Rp 537 miliar. Prof Starry memproyeksikan gedung baru ini akan mulai beroperasi paling lambat pada tahun 2028.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, RSUP Kandou juga menyiapkan dana pendamping dari Kementerian Kesehatan senilai Rp 80,9 miliar.
Dana ini dialokasikan untuk pengadaan alat non-medis serta komponen lunak (soft component).
“Sebagian dana tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan dan pelatihan SDM di Kandou,” pungkas Prof Starry.
Saat ini, RSUP Kandou memiliki total 2.192 pegawai, termasuk 238 dokter spesialis.
Di bidang onkologi, terdapat 18 dokter spesialis dan sub spesialis yang siap mendukung operasional pusat layanan kanker ini.
Peran Rujukan Onkologi Kian Mendesak

Data yang dipaparkan oleh Dirut Starry menunjukkan tingginya kebutuhan akan fasilitas layanan kanker yang komprehensif dan terintegrasi di kawasan tersebut.
Sebagai rumah sakit rujukan onkologi, RSUP Kandou telah melayani sekitar tiga ribu kasus kanker secara total.
Kasus yang dilayani antara lain:
• Kanker serviks: 865 kasus
• Kanker payudara: 588 kasus
• Leukimia: 494 kasus
• Kanker saluran cerna: 276 kasus
“Kami meyakini pembangunan gedung kanker ini akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan mutu layanan kanker dan memperkuat peran RSUP Kandou sebagai pusat rujukan onkologi di Indonesia Timur bagian utara,” tutup Prof Starry, menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan harapan baru bagi pasien kanker di wilayah tersebut.
Topping Off Ceremony dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), bersama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan), dr Azhar Jaya SH, SKM, MARS.
Hadir juga Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirsa Agus, Kapolda Sulut yang diwakili, Kejati Sulut yang diwakili, perwakilan dari IsDB, dan undangan lainnya.
Sementara dari RSUP Kandou, Dirut Starry didampingi Direktur Medik dan Keperawatan, dr Wega Sukanto, Sp.BTKV (K), Direktur SDM, Pendidikan, dan Diklit, dr Yune Laukati, MARS, Direktur Layanan Operasional, Dr Erwin Sondang Siagian, SSTP, M.Si, Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto, SE.AK, MM dan jajaran lainnya.
(jenlywenur)
