Bahkan dia menyatakan menolak sekalipun sudah ditawari posisi strategis.
Rocky lebih condong memilih posisi berada “di luar” ketimbang masuk di dalam dan duduk bersama orang-orang “yang tidak bisa berpikir”.
Rocky lebih memilih menjadi teman diskusi Prabowo ketimbang masuk jajaran kabinetnya.
Secara perspektif nasional, Rocky menyatakan Prabowo ingin menjadikan Indonesia kembali memiliki peran global.
Rocky yakin dalam waktu dekat Prabowo akan me-reshuffle kabinetnya.
Prabowo dipastikan mengutamakan keharmonisan iklim politik nasional.
Masalah kasus Hasto dan Yasona tidak akan mengurungkan niat Prabowo.
Rocky pun yakin kasus Hasto dan Yasona dipastikan akan melahirkan “perlawanan” dari keduanya dan akan merubah konstalasi politik nasional.
Dari perspektif daerah, terbersit pesan bahwa, dengan pemerintahan nasional dan daerah yang sinergi, maka tentunya semakin memperbesar efek Prabowo terhadap pembangunan Sulut dan ini harus mampu dimanfaatkan.
Pemerintahan baru di bawah pemerintahan Yulius Selvanus yang memiliki kedekatan personal dengan Prabowo.
Ini tentunya akan lebih memuluskan efek Prabowo bagi pembangunan daerah.
(***/Alfrits Semen)
