Mitra

Respon Keluhan Warga, Polres Mitra Tertibkan Knalpot Bising dan Usut Dugaan Kecurangan BBM di SPBU Tombatu


Respon Keluhan Warga, Polres Mitra Tertibkan Knalpot Bising dan Usut Dugaan Kecurangan BBM di SPBU Tombatu

Mitra, BeritaManado.com – Polres Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar operasi penertiban lalu lintas dan pemantauan distribusi BBM di SPBU Tombatu pada Senin (21/9/2026).

Razia yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Mitra, AKP Nicky Pondalos, ini menyasar penggunaan knalpot bising (racing) serta praktik penyalahgunaan solar bersubsidi yang dikeluhkan warga.

Dalam penertiban tersebut, petugas menjaring puluhan kendaraan roda dua dan roda empat yang melanggar aturan lalu lintas, khususnya pengguna knalpot tidak standar.

ADVERTISEMENT

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Mitra untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan knalpot bising yang mengganggu kenyamanan publik. Penggunaan knalpot tidak standar ini sangat meresahkan warga,” tegas Kasat Lantas AKP Nicky Pondalos di lokasi kegiatan.

Selain menindak pelanggaran lalu lintas, tim Polres Mitra bergerak merespons aduan masyarakat terkait padatnya antrean di SPBU Tombatu. Jalur pengisian BBM dinilai kerap didominasi oleh oknum-oknum mafia solar bersubsidi dalam kapasitas besar.

Salah seorang warga pemilik kendaraan mengeluhkan dampak dari praktik pengetapan BBM ini terhadap mata pencaharian mereka.

“Mobil kami sudah lima hari terparkir di SPBU ini. Tangki belum juga terisi karena terlalu banyak pengetap yang mengisi galon atau tangki modifikasi dalam jumlah besar. Kami yang menggantungkan hidup dari kendaraan ini sangat dirugikan. Harusnya SPBU mendahulukan masyarakat, bukan mafia BBM,” ujar warga setempat yang enggan menyebutkan namanya sambil mengeluhkan agar Kepolisian Minahasa Tenggara dapat mengusut tuntas para oknum mafia BBM bersubsidi yang hingga saat ini bebas menjalankan bisnis gelapnya.

Antrean panjang ini kerap memicu perselisihan di lapangan akibat dugaan kecurangan oknum petugas SPBU yang mengutamakan pengetap solar bersubsidi.

Kejanggalan terjadi saat insan pers berupaya mengonfirmasi temuan tersebut.

Sebelum operasi berlangsung, petugas SPBU terpantau sibuk melayani pengisian BBM. Namun, begitu razia kepolisian masuk dan media hendak melakukan konfirmasi, tidak ada satupun petugas SPBU yang tersisa di lokasi.

Sikap menghindarnya pihak pengelola SPBU ini memicu pertanyaaan besar, baik dari kepolisian maupun masyarakat pengguna BBM di Tombatu.

Dari operasi tersebut, Polisi juga berhasil mengamankan beberapa kendaraan roda empat yang digunakan untuk pengetapan solar.