
MANADO – KPK telah menetapkan penilaian inisiatif anti korupsi (PIAK) sebagai instrumen untuk menilai kemajuan instansi publik dalam mengembangkan upaya pemberantasan korupsi di instansi dengan menerapkan sistem dan mekanisme yang efektif untuk mencegah dan mengurangi korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot). Untuk itu inisiatif internal adalah kunci penting keberhasilan pemberantasan korupsi. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Kota Manado Noldy A. A. Kewas, Selasa (22/11).
“Sampai dengan PIAK yang pertama yang disampaikan pada bulan November 2010 berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan ternyata bahwa, untuk Kota Manado masih berada pada nilai yang cukup rendah. Oleh karena banyak kegiatan dalam rangka pemberantasan korupsi sebagai upaya inisiatif dari pada instansi itu belum sepenuhnya lakukan,” tukas Kewas
Ia menambahkan “ada delapan indikator yang menjadi penilaian, dan ini yang harus kita lakukan. Waktu lalu kita masih terbatas pada empat SKPD yaitu Sekretariat, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan serta Dinas Komunikasi dan Informasi. Itu sebagai uji coba memotret apakah ada upaya-upaya yang dilakukan yang merupakan inisiatif dari SKPD itu untuk pemberantasan korupsi. Dari delapan indikator ini kita masih terendah penilaiannya.”
Delapan indikator penilaiannya yang dimaksud Kewas antara lain yaitu terkait dengan kode etik khusus, transparansi dalam manajemen SDM, transparansi penyelenggara negara mekanisme pelaporan gratifikasi, trasparansi dalam pengadaan secara elektronik dan pengawasan secara external, mekanisme pengaduan masyarakat ketersediaan sumber pengaduan masyarakat dan penanganan tindak lanjut pengaduan masyarakat, pelaksanaan cara perbaikan yang diberikan oleh BPK atau aparat pengawas internal pemerintah atau KPK
“Delapan indikator ini belum diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Kedepan sistem pengawasan dalam rangka tindak lanjut semua temuan-temuan ini kami akan lakukan, programkan itu setiap minggu. Kalau di provinsi ada Jumpa Bete istilah di provinsi yang artinya Jumat Pagi Bebas Temuan. Kita akan mengadopsi itu yang mereka lakukan sehingga setiap Jumat itu semua unit kerja yang ada temuan harus ditindaklanjuti,” pungkas Kewas. (jrp)
