
Minahasa, BeritaManado.com – Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mempererat kerjasama antara Jepang dan Indonesia, maka Universitas Negeri Manado (Unima) dan perusahan Julian Co.Ltd Japan melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) melalui program magang secara virtual, di Kantor Pusat Unima, Selasa (27/4/2021).
Acara penandatanganan MoU untuk program magang/internship dipimpin langsung Rektor Unima Prof Dr Deitje A Katuuk MPd yang turut diikuti via dalam jaringan (daring) Direktur Utama (Dirut) Julian Co.Ltd Japan Mr. Tadahiro Kimura dan partner Program Internship dari NGO RICE Japan Mr Sato Masami.
Prof Dei menyampaikan, program magang/internship memungkinkan mahasiswa untuk menjalani pelatihan praktik di perusahaan untuk jangka waktu tertentu (satu tahun), secara paralel dengan belajar di perguruan tinggi yang ada di Jepang.
Kata Prof Dei, dapat memberikan hubungan yang erat antara keahlian yang dipelajari di perguruan tinggi dengan keterampilan praktis di perusahaan.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kejuruan dengan membuat mahasiswa dapat bersentuhan langsung dengan tempat kerja perusahaan, serta cepat beradaptasi dengan budaya perusahaan,” kata rektor Unima.
Dikatakannya, selain itu juga peningkatan kemampuan berbahasa asing/bahasa Jepang dan mempelajari budaya Jepang dapat diserap dengan baik. Muara dari kerjasama ini, kemampuan mahasiswa dapat terbina pada pengembangan cara berpikir lebih dewasa, siap bekerja dan tentu kreativitas dan inovasi dapat meningkat.
Dengan perkembangan serta tantangan, baik karena faktor globalisasi dan era globalisasi, ditandai dengan disrupsi teknologi dan inovasi yang demikian cepat, tentu membawa pengaruh yang sangat signifikan bagi setiap perguruan tinggi.
Perguruan tinggi dituntut untuk mampu menjawab perkembangan kebutuhan, harus mampu menyiapkan SDM dengan lulusan yang memiliki kualitas serta daya saing tinggi.
“Kualitas dan daya saing telah menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi setiap perguruan tinggi. Dengan daya serap dan kesesuaian keahlian pada bidang masing-masing, maka mahasiswa lulusan perguruan tinggi pun harus menghadapi perkembangan dan tantangan ini,” ujar dia.
Ke depan, kata Prof Dei, mutu suatu perguruan tinggi diukur pada tiga kemampuan yaitu pertama global competition atau kemampuan berkompetisi secara global, kedua global collaboration atau kemampuan bekerjasama secara global, dan ketiga global recogniton atau pengakuan secara global.
Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya penandatanganan MoU kerjasama antara Unima dan Julian Co.Ltd Japan, merupakan salah satu bagian dari upaya strategis Unima, untuk menghasilkan lulusan berkualitas, baik tingkat nasional maupun pada tataran global.
“Dari kerjasama dengan Julian Co.Ltd Japan ini memberi ruang kepada Unima dalam menyiapkan lulusan melalui pengalaman belajar, sambil bekerja atau learning by doing,” ujarnya.
Melalui pengalaman belajar seperti ini, mahasiswa akan disiapkan menjadi lulusan yang memiliki kompetensi, baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan yang kompetitif berdaya saing tinggi.
“Kerjasama ini pun merupakan bagian dari implementasi, kebijakan merdeka belajar kampus merdeka, yaitu memberi ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh hak belajar diluar program studi (prodi) pilihan, selama tiga semester,” terangnya.
Rektor mengharapkan, semua prodi terkait dapat memanfaatkan peluang kerjasama dengan Julian Co.Ltd Japan ini.
“Baik dosen maupun mahasiswa manfaatkan kesempatan ini. Melalui kerjasama ini kami berharap Unima tidak hanya membelajarkan mahasiswa di luar prodi, tetapi juga sangat berharap dosen-dosen dapat menghasilkan model-model pembelajaran, memperkaya materi, atau bahan kuliah yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Kesempatan ini rektor mewakili seluruh keluarga besar Unima menyampaikan, penghargaan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirut Julian Co.Ltd Japan yang sudah berkenan dan membuka ruang untuk Unima, khususnya dosen dan mahasiswa yang akan belajar di perusahaan.
“Kerjasama ini sungguh merupakan penerapan dari apa yang kita kenal selama ini yaitu triple helix, sekarang ini telah berkembang menjadi penta helix yaitu kerjasama antara perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
