Nasional

Rekam Jejak Rektor UNIMA Terpilih Prof Deitje Katuuk Diduga Bermasalah

Rekam Jejak Rektor UNIMA Terpilih Prof Deitje Katuuk Diduga Bermasalah
Kantor Pusat Unima di Tondano

Jakarta, BeritaManado.com — Rekam jejak Rektor Univetsitas Negeri Manado (UNIMA) terpilih Prof DR Deitje Katuuk MPd periode 2020-2024 diduga bermasalah dan kabarnya masih terus berproses di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Hal itu turut diakui Senator RI DR Maya Rumantir MA PhD setelah mempelajari semua bukti-bukti yang ditunjukkan Anggota Senat UNIMA beberapa waktu lalu di Jakarta saat hendak melayangkan gugatan ke Kemendikbud RI.

Menurut Anggota DPD/MPR RI Dapil Sulawesi Utara ini, bukti-bukti yang disertakan dalam gugatan tersebut patut ditindaklanjuti Kemendikbud untuk membuktikan kebenarannya.

“Bukti-bukti yang diperlihatkan terlebih dahulu dipelajari sebelum saya mengambil sikap membantu menyampaikan kepada pihak Kemendikbud RI, dimana diantaranya yaitu soal rekam jejak Rektor UNIMA terpilih yang diduga memiliki sejumlah masalah sewaktu menjabat sebagai Dekan,” ungkap Senator Maya Rumantir, Minggu (6/9/2020).

Dirien Dikti Kemendikbud RI Prof Ir Nizam MSc DIC PhD sendiri bahkan mengaku cukup heran dengan UNIMA yang sudah cukup lama memiliki sejumlah masalah khususnya yang berhubungan dengan akademik.

Hal itu dikatakan langsung kepada Senator Maya Rumantir saat keduanya melakukan pembicraan yang serius terkait masalah yg terjadi di UNIMA dan Perguruan tinggi lainnya beberapa hari yang lalu.

Senator Maya Rumantir berharap agar Kemendikbud RI dapat mengambil sikap di jalur yang bersih dan benar, agar dunia pendidikan di Sulut dan juga daerah lain di seluruh Indonesia bisa menghasilkan Sumber Daya Manusia yang handal guna menopang pembangunan daerah bagi kemajuan bangsa dan Negara.

“Jika setiap Perguruan Tinggi di daerah dari Timur ke Barat, mengutamakan kualitas SDM yabg unggul, serta sadar bahwa kepandaian semata bukanlah hal yang menentukan bagi keberhasilan seseorang, namun kesadaran terhadap pentingnya sikap mental, spiritual dan perilaku yang positiflah yg akan menentukan, akan berdampak positif kepada masyarakat, maka dengan demikian kriteria tersebutlah yang harus dimiliki seorang calon pemimpin karena nilai hidup semacam itulah yang sangat, menentukan keberhasilan dalam pembangunan bangsa dimasa mendatang,” tuturnya.

Secara umum, hal yang urgent dalam memilih seorang pemimpin di setiap perguruan tinggi termasuk UNIMA, harus memiliki kesadaran apakah dirinya punya rekam jejak yang bersih dan benar atau haruslah dengan penuh rasa tanggung jawab bahwa dirinya bisa di teladani karena Bersih & Benar.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa siapapun tidak cocok menjadi calon Rektor atau pemimpin di perguruan tinggi manapun apabila jika mempunyai rekam jejak yang tidak dapat di teladani terutama dari segi moral, maka sebaiknya yang bersangkutan menyadarinya.

Jika calon pemimpin di dunia pendidikan tinggi secara sadar mendukung hal yang salah dan mengorbankan sesuatu yang benar demi harta duniawi, bukan tidak mungkin akan ada setumpuk kejahatan akademik yang akan terus dilakukan jika tidak ada pertobatan karena tidak takut akan TUHAN.

Selain itu, seorang akademisi dan yang disebut kaum intelektual, saat kehilangan akal sehat, pasti berani melakukan kesalahan atau pelanggaran kejahatan akademik dengan sadar tanpa merasa bersalah.

“Perbuatan seperti inilah yang harus dihentikan dari oknum siapapun. Jika dibiarkan, perguruan tinggi manapun tak terkecuali UNIMA akan membuat para lulusannya tidak akan mencapai cita-citanya. Sebaliknya, hal itu akan menjadi penghambat dalam upaya mencetak generasi emas bagi kemajuan SULUT dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan,” urai Maya Rumantir sebagai Anggota Komite III DPD RI yang diantaranya membidangi pendidikan.

Mudah-mudahan di masa depan, UNIMA dan juga perguruan tinggi lainnya di seluruh Indonesia dapat menciptakan SDM unggul untuk menopang kemajuan Bangsa dan Negara yang damai dan sejahtera dan semakin di kagumi di mata dunia Internasional,” tandasnya.

Pada bagian akhir pernyataannya, Senator Dr. Maya Rumantir MA PhD mengatakan satu kalimat singkat penuh makna yaitu “Our attitude, not aptitude, determine our altitude” yang artinya “Sikap kita, bukan kepandaian kita, yang menentukan keberhasilan kita“.

Pada bagian lain dua anggota Senat UNIMA masing-masing Ronny Tuna dan juga Jemy Polii tidak berkomentar banyak mengenai materi gugatan yang diperlihatkan kepada Senator Maya Rumantir sebelum diteruskan ke Mendikbud RI melalui Dirjen Dikti.

“Gugatan yang kami layangkan kepada Mendikbud RI melalui bantuan Senator Maya Rumantir saat ini masih berproses. Kami masih berharap ada mujizat Tuhan dalam hal ini,” tutur keduanya.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara