Bisnis dan Ekonomi

Rayakan Natal Tanpa Boros: Pegadaian Bagikan Cara Bijak Kelola Keuangan

Rayakan Natal Tanpa Boros: Pegadaian Bagikan Cara Bijak Kelola Keuangan
Pratikno

Manado, BeritaManado.com — PT Pegadaian melalui Kanwil V SulutTengGo–Malut–Papua mengimbau masyarakat untuk mengelola keuangan secara bijak menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Momen akhir tahun yang identik dengan peningkatan kebutuhan konsumsi dinilai berpotensi menimbulkan tekanan finansial jika tidak direncanakan dengan baik.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V SulutTengGo–Malut–Papua, Pratikno, mengatakan bahwa sukacita Natal dan Tahun Baru perlu tetap diimbangi dengan kontrol serta perhitungan finansial yang matang.

“Natal dan Tahun Baru adalah momen berbagi kebahagiaan, tetapi tetap harus dirayakan dengan penuh perhitungan. Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan kebutuhan dan menghindari perilaku konsumtif yang dapat membebani kondisi finansial di awal tahun,” ujar Pratikno, Jumat (28/11/2025).

Kelola THR dengan Bijak: Atur Porsi Perayaan dan Investasi

Menjelang akhir tahun, pengelolaan Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu aspek penting.

PT Pegadaian mendorong masyarakat untuk membagi alokasi THR secara proporsional, tidak hanya untuk konsumsi namun juga kebutuhan jangka panjang.

Pegadaian menyarankan pembagian THR menjadi tiga porsi utama:

Porsi kebutuhan hari raya: makanan, hadiah, transportasi, hingga kebutuhan keluarga.

Porsi kewajiban: cicilan, tagihan bulanan, dan kebutuhan rutin lainnya.

Porsi masa depan/investasi: termasuk melalui Cicil Emas Pegadaian untuk persiapan dana pendidikan anak, pensiun, hingga kebutuhan produktif jangka panjang.

“Dengan membagi THR secara proporsional, masyarakat dapat tetap merayakan Natal dengan sukacita tanpa mengorbankan kesiapan finansial tahun depan,” tambah Pratikno.

Kenapa Harus Emas? Stabil, Aman, dan Nilainya Terus Tumbuh

Pegadaian menegaskan bahwa emas merupakan instrumen investasi yang ideal dalam mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Beberapa keunggulannya antara lain:

Nilai cenderung naik dalam jangka panjang: Dalam 10 tahun terakhir, harga emas di Indonesia meningkat signifikan, bahkan telah menembus lebih dari Rp2 juta per gram.

Tahan inflasi: Saat nilai uang melemah, emas justru cenderung menguat.

Likuid dan aman: Mudah dicairkan kapan saja, dan keasliannya terjamin.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara