
Langowan, BeritaManado.com — Merayakan hari kemenangan dalam momentum Idul Fitri 1444 Hijriah di tahun 2023 ini memiliki dasar yang sama dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya.
Tanpa saling memaafkan, perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah tahun 2023 ini akan terasa hambar atau hanya sekedar ikut meramaikan gelaran malam takbiran maupun Sholat Idul Fitri.

Tidak sekedar menjadi tradisi, dimana umat Islam mengajarkan bahwa 30 hari menjalankan ibadah puasa, seluruh umat dilatih untuk memiliki hati dan sikap yang dikendalikan spenuhnya oleh kebaikan.
Hal itu berpuncak dan terlukis dengan penuh makna pada perayaan hari kemenangan Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2023.

Umat Islam yang datang ke masjid dengan derap langkah dan ekspresi bahagia memberi gambaran nyata akan kesiapan menyambut hari kemenangan.
Terekam jelas dalam pantauan BeritaManado.com, Sabtu (22/4/2023) di Masjid Baiturahman Desa Amongena III Kecamatan Langowan Timur, dimana umat Islam yang datang ke masjid adalah mereka yang siap memaafkan satu sama lain.

Saat sujud syukur dalam Sholat Idul Fitri, beberapa umat Islam yang terbidik fokus lensa kamera BeritaManado.com tampak seperti meneteskan air mata seakan menunjukkan rasa penyesalan akan dosa dan kehilangan yang dilakukan kepada keluarga dan kerabat.
Hal itu diekspresikan saat Sholat Idul Fitri usai, dimana sesama umat Islam berpelukan dan saling mengungkapkan ekspresi saling memaafkan, disertai dengan ungkapan cinta yang tak terkatakan.

Imam Masjid Baiturahman Amongena III Arifin Lamsu kepada BeritaManado.com mengatakan bahwa dalam momentum tersebut jelas dapat disimpulkan bahwa umat yang saling memaafkan adalah mereka yang berhasil meraih kemenangan setelah sebulan penuh ditempa dalam berbagai hal, termasuk bagaimana memiliki sikap untuk berani mengakui dan memberikan ampunan kepada sesama.
“Inilah kemenangan sesungguhnya, dimana keterbukaan hati untuk menerima pengakuan bersalah dan memberikan pengampunan kepada orang lain adalah nilai yang ditanamkan dalam setiap pribadi umat Islam,” kata Imam Arifin Lamsu.
(Frangki Wullur)
