
Ratusan Warga Girian Sambut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, dalam kegiatan pelatihan pembuatan kompos sampah rumah tangga.
Peliput: Syarif Umar l Bitung
Ratusan warga Kelurahan Wangurer, Kecamatan Girian, menyambut antusias kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., dalam kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos Sampah Rumah Tangga, yang digelar Jumat (17/7/2026) di Kelurahan Wangurer.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan TP-PKK Kota Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung untuk membangun budaya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, sekaligus mendorong masyarakat mengubah sampah menjadi sumber manfaat dan nilai ekonomi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pokja III TP-PKK Kota Bitung Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Staf Ahli TP-PKK Kota Bitung Ny. Ir. Telly Maringka Lengkong, Ketua TP-PKK Kecamatan Girian Ny. Siti Zubaidah Rasyid Yahya, S.Pd., Camat Girian Rukman Rasyid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung Steven Prok, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung Merianty Dumbela, Kabid PSLB3 DLH Liberty Rimbing, para lurah se-Kecamatan Girian, serta mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.
Tak sekadar memberikan materi, Ellen Honandar Sondakh turun langsung memperagakan proses pembuatan kompos. Dengan menggunakan sekop, ia mencampurkan bahan-bahan kompos, kemudian menunjukkan cara mengaplikasikan pupuk kompos yang telah matang ke tanaman.
Pada kesempatan itu, Ellen Honandar Sondakh juga menyerahkan secara simbolis bibit tomat, rica, terong, bayam, dan seledri kepada Ketua TP-PKK Kecamatan Girian serta Ketua TP-PKK Kelurahan Wangurer, Girian Bawah, dan Girian Permai sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga.
Dalam sambutannya, Ellen Honandar Sondakh mengungkapkan bahwa pelatihan serupa sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Kecamatan Lembeh Selatan dan Lembeh Utara dengan melibatkan seluruh kelurahan di dua kecamatan tersebut.
“Kemarin kami telah melaksanakan pelatihan pembuatan kompos di Kecamatan Lembeh Selatan dan Lembeh Utara yang diikuti oleh seluruh kelurahan. Hari ini kami hadir di Kecamatan Girian agar gerakan ini terus meluas dan menjadi kebiasaan masyarakat,” ujar Ellen.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Persoalan sampah bukan lagi hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Perubahan harus dimulai dari rumah, dengan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya,” tegasnya.
Menurut Ellen, tanpa perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin terbebani.
“Karena itu kami ingin menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam solusi pengelolaan sampah. Jika setiap rumah mampu mengolah sampahnya sendiri, maka volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara signifikan,” katanya.
Ia menjelaskan, sampah organik seperti sisa makanan, daun, buah-buahan, dan limbah dapur dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman. Sementara sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan kemasan bekas memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan disalurkan melalui bank sampah.
“Jangan melihat sampah sebagai beban. Sampah yang dipilah dan dikelola dengan benar dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga sekaligus membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tandas Ellen.
Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mengikuti setiap sesi dengan antusias. TP-PKK Kota Bitung berharap gerakan pengelolaan sampah dari rumah tangga ini terus berkembang di seluruh wilayah Kota Bitung sebagai langkah nyata mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
