Berita Utama

Puting Beliung Hantam Minut, Sekolah dan Rumah Warga Rusak

Kondisi sekolah yang rusak.
Kondisi sekolah yang rusak.
Atap rumah warga rusak diterpa angin.
Atap rumah warga rusak diterpa angin.

 

Warga gotong royong memperbaiki rumah yang rusak.
Warga gotong royong memperbaiki rumah yang rusak.

 

Kalawat-Hujan deras diikuti hantaman angin puting beliung melanda Minahasa Utara (Minut) Minggu (4/9/2016).

Meski hanya berlangsung sekitar 20 menit saja, namun puting beliung sukses memporak-porandakan gedung sekolah bahkan menyebabkan belasan atap rumah rusak.

Data yang berhasil dihimpun, atap sekolah dan satu ruangan belajar di SD Inpres Kolongan Tetempangan hancur diterpa angin.

Sementara itu, pepohonan yang tumbang dan menimpa tiang listrik serta telepon menambah jumlah kerusakan atap rumah warga.

Alhasil, jalur bypass Kalawat dibuat macet parah karena banyaknya dahan pohon yang jatuh menghalangi jalan.

Di Desa Kalawat jaga IV rumah milik keluarga Rumengan-Lopulalan kehilangan atap rumah, sementara di Desa Kawangkoan, beberapa rumah berdinding kayu hancur diterjang angin.

Menurut tokoh masyarakat Kolongan Tetempangan Judhy Lasut kondisi seperti ini pernah terjadi pada tahun 2004.

“Saat itu desa Kolongan Tetempangan mengalami kondisi yang sangat parah akibat bencana puting beliung. Rupanya Kecamatan Kalawat merupakan daerah lintasan angin puting beliung. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait. Minimal warga masyarakat dapat memperoleh peringatan dini dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut Petrus Macarau mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari pemerintah desa terkait musibah tersebut.

“Kami belum menerima laporan dari pemerintah Kecamatan Kalawat, kami akan berkoordinasi dengan Camat Kalawat,” kata Macarau singkat.(findamuhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara