Kota Bitung

Puluhan Siswa SMK 5 Bitung Belajar Tanpa Meja Dan Kursi

BITUNG—Dunia pendidikan Kota Bitung dari waktu ke waktu memang terus mengalami peningkatan berkat perhatian dari Walikota, Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Bitung, Max Lomban. Namun sayang, perhatian tersebut boleh dikatakan tidak sepenuhnya merata dan dirasakan oleh semua siswa yang ada di kota pelabuhan ini.

Buktinya, puluhan siswa yang mengecap pendidikan di SMK Negeri 5 Kota Bitung setiap hari melakukan aktifitas belajar mengajar tanpa menggunakan meja dan kursi. Akibatnya, sudah menjadi pemandangan sehari-hari jika ditiap ruangan kelas ada siswa yang berdiri ataupun duduk di lantai sambil menerima pelajaran dari guru karena keterbatasan sarana yang dimiliki sekolah kejuruan tersebut.

“Memang betul sampai saat ini masih ada siswa yang harus berdiri atau duduk di lantai ketika aktivitas belajar mengajar berlangsung. Ini dikarenakan bangku dan kursi yang tersedia tidak mencukupi, jadi mau tidak mau ada siswa yang tidak kebagian meja dan kursi,” kata Kepsek SMK Negeri 5 Bitung, Bramy Ulag, Senin (26/9).

Menurut Ulag, kekurangan meja dan kursi ini terjadi ketika pihaknya melakukan penerimaan siswa baru. Dimana meja dan kursi yang tersedia hanya ada 144 pasang, sedangkan jumlah keseluruhan siswa yang ada di SMK Negeri 5 ada 186 siswa, sudah termasuk siswa baru.

“Ke-144 kursi dan meja tersebut merupakan batuan lewat proyek pengadaan beberapa waktu lalu, itupun jumlahnya tidak semunya digunakan diruangan kelas karena ada 64 pasanga digunakan di ruangan bengkel sedangkan jumlah siswa ratusan yang jelas-jelas tidak mencukupi,” ujar Ulag.

Ulag sendiri mengaku mencoba memecahkan masalah tersebut denagn jalan meminta partisipasi orang tua. Dimana dirinya telah meminta persetujuan dari para orang tua lewat pertemuan soal permasalahan kekurangan meja dan kursi tersebut.

“Ada orang tua bersedia membawa kursi dan bangku sendiri dari rumah dan ada juga yang meminta kami yang menfasilitasi dengan memberikan uang Rp300 ribu. Dan harga tersebut memang sesuai dengan biaya pembuatan meja dan kursi di pasaran,” katanya.

Namun sayang menurut Ulag, puluhan orang tua yang sepakat untuk menyetor Rp300 ribu, hingga saat ini belum juga melunasinya. Dimana menurutnya, sampai saat ini baru terkumpul Rp13 juta hingga Rp14 juta dan dirinya sudah memesan kurang lebih 30 pasang meja dan kursi dari uang tersebut.

“Terus terang saya tidak berani untuk memesan lebih, jadi saya pesan sesuai dengan uang yang terkumpul. Padahal saat ini masih ada puluhan hingga ratusan siswa yang tidak memiliki meja an kursi,” katanya lagi.(en)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara