
Penulis: JenlyWenur | Manado
Gema peluit panjang di ajang Kejurnas Voli U18 Jakarta memang telah resmi berakhir.
Podium tertinggi telah diisi oleh PBV O2C Ciparay di kategori putri dan Atlas Semarang di kategori putra.
Namun, bagi PBV Smantu Pro Manado, perjalanan ini memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sekadar hasil atau angka di papan skor.
Meski langkah mereka harus terhenti, tim kebanggaan dari Manado ini tidak pulang dengan tangan hampa.
Sebagai satu-satunya wakil dari Sulawesi Utara (Sulut), mereka pulang membawa “oleh-oleh” yang tak ternilai harganya, yakni pengalaman bertanding di level tertinggi.
Di ajang ini, mental petarung mereka pun makin terasah, serta memiliki pengalaman dan perspektif baru tentang peta persaingan voli nasional.
Bagi mereka, setiap set yang dimainkan di Jakarta telah menjadi ruang belajar.
Menariknya, tak hanya pemain, namun jajaran official pun turut mendapatkan pengalaman berharga.
Mereka dengan aktif menyerap strategi dan melakukan evaluasi teknis.
Tujuannya adalah untuk membawa pulang ilmu tersebut ke Bumi Nyiur Melambai demi pembinaan atlet yang lebih berkelanjutan ke depannya.
Rasa Syukur dan Dukungan Kolektif

Di balik peluh keringat para atlet di lapangan, ada energi besar dari tangan-tangan dingin di belakang layar.
Manajer Tim, Jeane Rumouw, didampingi Pelatih Kepala Andyka Lontoh, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menjadi penyokong utama perjalanan ini.
“Kami adalah manajemen yang sedang tumbuh. Dengan segala kerendahan hati, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tanpa dukungan kolektif ini, langkah kami tidak akan bisa sampai ke titik ini,” ujar Jeane dengan nada penuh syukur.
Apresiasi tulus pun secara khusus dialamatkan kepada:
• Keluarga Besar PBVSI: Mulai dari Ketua dan Sekum PBVSI Sulut, hingga jajaran pengurus di Kota Manado, Minahasa Utara, Bitung, dan Kabupaten Minahasa.
• Instansi Pendidikan dan Pemerintah: Kepala SMA Negeri 7 Manado serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang terus memberikan ruang bagi mimpi para atlet muda.
• Sosok Inspiratif dan Alumni: Dukungan luar biasa dari Kapolres Manado, Kombes Pol Irham Halid, S.IK, dalam hal mobilitas tim. Tak lupa motivasi dari dua putra terbaik Sulut sekaligus alumni SMAN 7 Manado, Brigjen Pol Christ Pusung dan Irjen Pol (Purn) Ronny Sompie.
• Orang Tua Atlet: Sosok pahlawan sebenarnya yang telah memberikan izin dan dukungan penuh hingga tim ini bisa mengudara ke Jakarta.
• Donatur dan Pecinta Voli: Setiap doa dan bantuan yang menjadi nafas tambahan bagi tim untuk terus berprestasi.
Menatap Hari Esok
Bagi Smantu Pro Manado, Kejurnas U18 Jakarta bukanlah akhir dari sebuah cerita, melainkan babak baru yang baru saja dimulai.
Kekalahan di lapangan justru menjadi api semangat untuk berlatih lebih keras dan mengevaluasi diri.
Mereka pulang dengan keyakinan baru bahwa di kompetisi berikutnya, voli Sulawesi Utara akan kembali hadir dengan kekuatan yang lebih besar dan siap berbicara banyak di kancah nasional.
