BITUNG—Ditengah aksi demo yang dilakukan ratusan buruh PT Delta Pacifik Indotuna, Selasa (8/11), ada kesan kurang nyawan ditunjukkan pihak perusahaan terhadap sejumlah wartawan yang melakukan peliputan. Dimana pihak perusahaan terkesan tidak nyaman aksi demo tersebut diliput dan berupaya agar apa yang dituntut para buruh tidak terekspose ke publik.
Hal ini semaikin jelas ketika pihak perusahaan mengundang perwakilan buruh untuk melakukan pertemuan didalam lokasi pabrik. Dimana security PT Delta Pacific Indotuna langsung menghalangi wartawan untuk meliput pertemuan tersebut tanpa alasan yang jelas.
Menurut pegakuan salah seorang security, larangan meliput pertemuan tersebut sesuai perintah dari atasan. “Petunjuk atasan meminta agar pertemuan tersebut tidak diliput,” kata salah satu security yang mengaku sebagai kepala security PT Delta Pacifik Indotuna.
Sikap PT Delta Pacifik Indotuna yang terkesan alergi wartawan tersebut mendapat kecaman dari Wakil Walikota Bitung Max Lomban serta Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Maurits Mantiri. Dimana menurut Lomban, ia sangat menyayangkan sikap perusahaan PT Delta Pacific Indotuna yang melarang wartawan melakukan peliputan pertemuan perwakilan buruh dengan pihak perusahaan.
“Prilaku PT Delta Pacifik Indotuna yang tidak memberi luang bagi wartawan untuk melakukan peliputan sangat saya sesalkan. Harusnya pihak perusahaan lebih terbuka soal masalah buruh, jangan malah berupaya menutup-nutupi dengan cara melarang wartawan meliput,” kata Lomban seraya berharap pihak perusahaan lebih terbuka kepada masyarakat terutama nasib para pekerjanya.
Sementara itu, Mantiri dengan tegas manyatakan, akan memanggil hearing PT Delta Pacifik Indotuna terkait pelanggaran yang telah dilakukan pihak perusahaan kepada buruhnya. Juga masalah alasan pelarangan peliputan yang dianggapnya terlalu berlebihan.
“Perusahaan besar seperti PT Delta Pacific Indotuna seharusnya transparan dan mengedepankan aturan ketenagakerjaan dan kami akan meminta klarifikasi dalam hearing nanti,” ujar Mantiri.(en)
