COVID19

Protokol Kesehatan di Manado: Tak Sedikit Membandel, Lebih Banyak yang Patuh

Dari 10 warga yang lalu lalang, pasti ada satu ada dua yang masih membandel.

Kepatuhan Warga Patut Diapresiasi

Meski begitu, kepatuhan warga juga patut diapresiasi.

Khususnya para pelaku usaha yang konsisten mengikuti anjuran pemerintah.

Di beberapa pusat perbelanjaan di Manado, menjadikan protokol kesehatan sebagai ‘harga mati’.

Tidak tanggung-tanggung, ada yang mewajibkan denda besar bagi pelanggar.

“Kalau ditemukan tidak patuh, langsung kami panggil ke ruangan, tanyakan KTP. Bahkan jika masih membandel kami denda Rp1 juta,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 itCenter, Jim Seimahuira.

itCenter merupakan pusat perbelanjaan elektronik yang setiap hari ramai pengunjung.

Menurut Jim Seimahuira, pelanggaran protokol biasanya dilakukan warga yang baru pertama datang.

“Sehingga mereka belum terlalu mengerti. Itu langsung kami beri pembinaan,” terangnya.

Ia bersyukur warga yang berbelanja di itCenter sudah mengerti dan terbiasa melakukan budaya 4M.

Pengawasan ketat juga dilakukan Manado Town Square (Mantos).

Ini dilakukan agar pengunjung merasa nyaman.

“Berbelanja di Mantos mesti memperhatikan semua instruksi yang diwajibkan demi keamanan bersama,” kata Manajer Mantos, Yono Akbar.

Menurut Yono Akbar, walau jumlah pengunjung tidak sebanyak seperti sebelum pandemi, namun yang datang sangat menikmati suasana di dalam gedung.

Apalagi, satgas Covid-19 setiap saat memperhatian kebersihan semua area.

Bisa dibilang upaya para pelaku usaha ini sudah memberi capaian positif.

Buktinya, sebulan lebih Manado lepas dari zona merah.

Protokol Kesehatan di Manado: Tak Sedikit Membandel, Lebih Banyak yang Patuh
Warga yang beraktifitas di pusat perbelanjaan. Foto: BeritaManado.com

Lurah Kelurahan Kampung Islam, Kecamatan Tuminting, Hery Anwar mengakui implementasi protokol kesehatan makin baik.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara