
Manado, BeritaManado.com — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kluster dua (2) Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado baru-baru ini sukses melaksanakan program edukasi kesehatan dan pendampingan kader pengendalian dan pencegahan hipertensi (tekanan darah tinggi).
Edukasi kesehatan dan pendampingan bagi masyarakat berisiko hipertensi ini dilakukan di Puskesmas Ranomuut, Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, pada 7 dan 28 Juni 2024.
Kegiatan ini melibatkan kelompok masyarakat dari dua kelurahan, yaitu Perkamil dan Ranomuut.
Tujuan dan Fokus Kegiatan
Program KULINER (Kenali Upaya Pengendalian Hipertensi): Edukasi dan Pendampingan Pencegahan Hipertensi pada Kelompok Berisiko dengan tema “Secondary Prevention pada Pasien Hipertensi” ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku kesehatan pada kelompok berisiko melalui edukasi dan pendampingan.
Diharapkan, masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan dan pengendalian tekanan darah tinggi secara lebih efektif, dalam arti terpantau dan terkontrol.
Adapun tim kegiatan ini, yaitu Ns Suharno Usman SKep MKep (Ketua), dr Nancy Sicilia Lampus SpJP Subp PRKv (K) (anggota), dan Muhamad Nurmansyah SKep Ns MKep (anggota), serta mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Unsrat.
Ketua tim PKM, Ns Suharno Usman, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader, baik itu bagaimana mengenali, mencegah, hingga mengontrol hipertensi.
“Melakukan skrining awal, mengatur pola hidup yang sehat seperti aktivitas fisik yang teratur, menjauhi rokok dan alkohol, serta menjaga pola makan ataupun diet yang sehat, misalnya membatasi asupan garam berlebih” katanya.
Respons Positif dari Pihak Terkait
Kepala Lurah Perkamil, Mario Pundoko SE, dan Lurah Ranomuut, Inggrit Sumilat SIP MSi, bersama Kepala Puskesmas Ranomuut, dr Debra S S Rumengan MKes, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
Mereka mengakui pentingnya peran kader kesehatan dalam interaksi dengan masyarakat, khususnya untuk kelompok berisiko sehingga meningkatkan kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.
“Kegiatan edukasi dan pendampingan kader ini sangat penting, sebab mereka yang lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat sekitar terutama pada mereka kelompok yang berisiko,” kata dr Debra Rumengan.
Informasi dan pengalaman seperti ini, menurutnya akan sangat membantu para kader dalam upaya pencegahan dan pengendalian Hipertensi.
“Terima kasih kepada kampus Universitas Sam Ratulangi yang telah bersedia menurunkan salah satu timnya dalam melaksanakan kegiatan seperti ini,” imbuh dr Debra.
Antusiasme Peserta

Para peserta program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
Pada sesi demonstrasi menu diet rendah garam, peserta dilibatkan dalam memilih dan menyiapkan makanan sehat, seperti ikan dan sayuran segar serta pembatasan penggunaan rempah atau bumbu dapur.
Mereka belajar bahwa seperti garam bisa digantikan dengan rempah-rempah lain seperti daun jeruk, jeruk nipis/lemon, belimbing wuluh, asam jawa, tomat dan cabe rawit segar, daun seledri, daun bawang
Bahkan, gula pasir pun dapat dijadikan sebagai alternatif untuk tidak menggunakan garam terlalu banyak saat mengolah makanan sehari-hari.
Pada pertemuan pertama 7 Juni, peserta mendapatkan informasi tentang pencegahan hipertensi.
