Manado, BeritaManado.com — Ia dikenal bersahaja dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Namanya dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, KBD.

Seorang dokter spesialis bedah yang kini mengabdi sebagai wakil rakyat.
Fransiscus Andi Silangen bahkan mendapat amanah sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Andi yang merupakan putra ke dua dari enam bersaudara itu, lahir dan dibesarkan di Siau oleh orang tua tercinta Eduard Silangen dan Elizabeth.
Empat tahun lamanya Andi menikmati masa kecil di tanah kelahirannya itu.
Ia kemudian pindah ke Manado setelah sang ayah melepas tugas pengabdian sebagai kepala sekolah di Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Bercita-cita menjadi pelaut
Semasa kecilnya, Andi sebenarnya bercita-cita menjadi seorang pelaut.
Dia kagum melihat seragam para pelaut yang gagah berwarna putih cerah.
Namun karena cinta sang ibu yang tidak mau terpisah jauh dari anaknya, Andi pun ditawari agar tetap di darat dan menjadi seorang dokter.
“Dulu kan kalau melihat atribut kapten kapal, hebat sekali kan. Apalagi dulu pelayanan transportasi laut masih sulit, masa itu sangat populer kapal Sriwijaya,” kenang Andi Silangen sembari mengingat nama-nama kapal kala itu.
Karena ketaatan Andi terhadap ke dua orang tua tercinta, ia akhirnya menempuh jenjang pendidikan dari SD RK XIX Manado, SMP Negeri 1 Manado, SMA Negeri 1 Manado, Universitas Sam Ratulangi dan pendidikan dokter spesialis bedah di Universitas Indonesia.
Kepala Puskesmas
Awal karirnya di bidang kesehatan adalah sebagai Kepala Puskesmas di Pulau Seram.
5 tahun lamanya Andi bertugas di sana.
Andi menikahi seorang wanita cantik bernama Rinny Tamuntuan dan diberikan karunia tiga putri, dan mengangkat seorang putra, masing-masing Priska, Ranny, Kristy dan Gideon.
Perjalanan karir Andi sebagai seorang dokter terus berlanjut.
Setelah di Seram Timur, Andi kembali ke Manado dan mengikuti pendidikan bedah umum yang membawanya ke Gorontalo, kemudian pindah ke Bolaang Mongondow, sebagai dokter bedah umum dan akhirnya menjadi konsultan subspesialis saluran cerna dan menjalankan profesi sebagai konsultan di Jakarta.
“Lama di Jakarta dengan penghasilan yang cukup besar. Tetapi karena istri tercinta adalah kepala dinas di Minahasa Tenggara, sehingga mengambil keputusan meninggalkan profesi itu dan kembali ke Sulut,” terang Andi kepada BeritaManado.com.
