
Manado, BeritaManado.com — Pembahasan APBD Perubahan mulai digodok oleh Badan anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Dalam pembahasan, perhatian Banggar tertuju pada alokasi anggaran rehabilitasi gedung museum sebesar Rp 15 miliar yang menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Sulut.
Anggota Banggar Priscilla Cindy Wurangian yang juga sebagai Sekretaris Komisi IV mengingatkan TAPD terkait rehabilitasi gedung museum dengan anggaran yang fantastis agar benar-benar mampu menunjukkan kualitas dari museum itu sendiri.
Hal itu disampaikan Cindy di mana ia mencatat bahwa, pada setiap kali rapat dengar pendapat di komisi IV banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh Dinas Kebudayaan.
Menurut Cindy, seharusnya inventaris koleksi-koleksi benda bersejarah sepanjang sejarah Sulawesi Utara harusnya ada ribuan.
“Tetapi setiap kali RDP apa yang dilaporkan bervariasi dan variasinya bukan hanya beda 10 atau 20 tetapi kage so jadi 3000 kage so jadi 6000 so jadi 4000. Bayangkan kalau museum sudah terbangun mar depe isi nda jelas, apa yang akan dipajang di situ, depe barang-barang nintau di mana, mungkin sudah terbang, mungkin sudah berjamur, sudah dimakan rayap, apakah masih asli, atau duplikat, atau replika, ini kan harus jelas,” sorot Cindy Kamis, (21/8/2025) pada rapat Banggar DPRD Sulut.
Lanjut Cindy, museum tersebut nantinya merupakan showcase budaya Sulut yang ditunjukkan kepada dunia.
“Saya percaya pak gubernur menaruh anggaran seperti ini untuk museum bukan sekedar bangunan, tetapi lebih pada kualitas. Bangunan ini terbangun, isi di dalamnya juga harus representatif menunjukkan sejarah kita yang sebenarnya bukan asal-asalan. Karena kemanapun kita pergi di suatu daerah, kita berkunjung ke museumnya. Begitu juga anak-anak sekolah ada kegiatan seperti studi tour ke museum,” terang Cindy.
Kata Cindy, kalau hanya bangun bangunan saja gampang.
Diberi anggaran, tidak lama itu terbangun tetapi barang bernilai sejarah di dalamnya harus menjadi poin menjadikan bangunan tersebut lain dari yang lain.
“Anggaran untuk pembangunan bangunan itu kita bikin multi years sementara, yang lainnya untuk mencermati program-program seperti mungkin digunakan untuk menginventarisasi barang koleksi-koleksi bersejarah yang tidak diketahui keberadaanya,” ucap Cindy.
“Karena museum itu kalau cuma Torang pajang piring, leper, guci, mangkuk, tapi tak ada narasi di bawahnya sebab kalau tidak ada sama jo deng nyanda itu,” jelas Cindy.
“Ini harus berbarengan. Pembangunan itu dengan benda koleksi yang kaya dengan sejarah,” sambung Cindy.
Menyikapi hal itu Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen pun memutuskan agar Komisi-komisi DPRD Sulut dapat kembali melakukan pembahasan bersama mitra kerja Pemerintah daerah agar dapat memastikan berbagai program prioritas dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah.
(Erdysep Dirangga)
