Kawanua

POLNUSTAR dan UNSOED Bersatu Ungkap Rahasia Laut Sangihe: Gerbang Arlindo untuk Iklim Global!

POLNUSTAR dan UNSOED Bersatu Ungkap Rahasia Laut Sangihe: Gerbang Arlindo untuk Iklim Global!
resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama

Sangihe, BeritaManado.com – Politeknik Negeri Nusa Utara (POLNUSTAR) dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis yang digelar di Hotel Hayana, Selasa (26/8/2025). 

Kolaborasi ini diyakini akan membuka tabir kekayaan laut Sangihe sekaligus memperkuat perannya sebagai gerbang penting Arlindo (Arus Lintas Indonesia) yang berdampak langsung pada iklim global.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur POLNUSTAR, Ferdinand Gansalangi, MM, didampingi Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Ell Israel, SE.Ak., M.Kom, serta Prof. Dr. Ir. S. Berhimpon, MS, M. App.Sc. Dari pihak UNSOED hadir Dr. rer.nat. Riyanti (Ketua Penelitian Bioteknologi Kelautan), Roy Andreas, PhD (Ketua Penelitian Oseanografi), Anung Riapanitra, Ph.D (Ahli Kimia Kelautan), Mukti Trenggono, M.Si (Ahli Oseanografi), dan Rizqi Rizaldi Hidayat, M.Si (Ahli Instrumentasi Kelautan).

POLNUSTAR dan UNSOED Bersatu Ungkap Rahasia Laut Sangihe: Gerbang Arlindo untuk Iklim Global!
POLNUSTAR dan UNSOED

Fokus kerja sama ini mencakup eksplorasi, identifikasi, dan pengembangan potensi sumber daya laut Sangihe secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

Selain itu, penelitian akan menyoroti kondisi oseanografi Sangihe dalam konteks perubahan iklim global.

“Kerja sama ini bukan hanya demi kemajuan ilmu pengetahuan, tapi juga untuk pembangunan wilayah Kabupaten Sangihe dan POLNUSTAR,” ujar Direktur Ferdinand Gansalangi penuh optimisme.

UNSOED menilai Sangihe sangat strategis. Dr. Riyanti menegaskan, “Kawasan ini terletak di zona Wallacea, salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Sangihe adalah laboratorium alam yang luar biasa.”

POLNUSTAR dan UNSOED Bersatu Ungkap Rahasia Laut Sangihe: Gerbang Arlindo untuk Iklim Global!
POLNUSTAR dan UNSOED

Sementara itu, Roy Andreas, PhD menambahkan, posisi Sangihe yang menjadi pintu masuk Arus Lintas Indonesia dari Samudra Pasifik menjadikannya titik kunci dalam dinamika iklim global.

Kerja sama ini juga tidak berdiri di ruang kosong. Selama lebih dari lima tahun terakhir, Dr. Riyanti telah berkolaborasi dengan dosen POLNUSTAR, Walter Balansa, PhD, dan Frets J. Rieuwpassa, M.Si, dalam penelitian biodiversitas sponge di Nusa Utara. 

Rekam jejak itu menjadi fondasi kuat bagi lahirnya perjanjian kali ini.

Di akhir kegiatan, Ferdinand Gansalangi menegaskan komitmen POLNUSTAR:

“Kami akan terus mendukung pembangunan Kabupaten Sangihe lewat penelitian, pengabdian masyarakat, serta kolaborasi akademik yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Dengan PKS ini, POLNUSTAR dan UNSOED bertekad menjadikan Kepulauan Sangihe sebagai pusat penelitian laut berskala global, menghasilkan temuan penting, sekaligus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(***/Jhonli Kaletuang)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara