Politik dan Pemerintahan

Politik Uang Sulit Dihindari

Manado – Banyak calon pilkada buat janji tidak menggunakan uang dalam kampanye, tapi lihat saja fakta di lapangan. Semisal Vonny Panambunan. Ia tidak segan-segan “menghamburkan uang” di hadapan massa. Jumlah uang yang dihabiskan untuk memuaskan permintaan massa jumlahnya milyaran rupiah.

Demikian juga dengan Fransiska Tuwaidan, anggota DPRD kabupaten Minahasa Utara. Setali tiga uang. Eta panggilan akrabnya, juga membagi uang dalam amplop. Ia digadang untuk maju dalam pemilihan bupati Minahasa Utara mendatang.

Sejumlah orang yang ditemui Beritamanado mengungkapkan sulit untuk meniadakan politik uang dalam pilkada di Sulut. Nampaknya hukum ekonomi supply and demand tetap saja berlaku dalam politik. CHRISTY  MANARISIP

Satu tanggapan untuk “Politik Uang Sulit Dihindari”

  1. Sebenarnya ini gejala yg mengkhawatirkan, walau menyenangkan masyarakat. Apakah ini namanya bukan “membeli suara” ya…? Apakah tidak bisa dicari cara-cara yg lebih soft utk itu? Masalahnya model seperti ini juga memiliki akar dlm budaya masyarakat kita. Atau, Bawaslu & KPU harus pandai-pandai menyikapi ini, dan setelah jadi peabat nanti, KPK harus lbh garang…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara