Polisi tampak bersiaga di Asrama Papua (19/10/2014)
Tondano – Anggota Polisi dari Polres Minahasa hingga saat ini masih bersiaga di Asrama Papua.
Demikian disampaikan Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK kepada BeritaManado.com, Minggu (19/10/2014).
“Kami juga dibantu oleh pihak TNI. Untuk meredam aksi tersebut, saat ini sedang berlangsung upaya dialog dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ungkap Rumondor.
Penyiagaan personil kepolisian dan TNI itu dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya aksi lanjutan.
Sampai saat ini polisi masih memburu otak pelaku kejadian tersebut. (frangkiwullur)
Baca juga:
- Tawuran Tataaran, TNI/Polri Turun Tangan
- Kapolres Minahasa Dialog Dengan Toga dan Tomas Tataaran Dua
- Ketua KNPI Minahasa: Masyarakat Jangan Terprovokasi Lagi
- Bentrokan Warga Dengan Mahasiswa, DPRD Sulut Prihatin


SEHUBUNGAN DENGAN SERING TERJADINYA PERISTIWA KEKERASAN DAN KETIDAK ADILAN DI TANAH MINAHASA ; Pengamatan saya,belakangan ini SULUT semakin banyak aparat yang dikirm dari Pusat.Tapi terasa di daerah Minahasa kelihatannya (berita2 di Media) sepertinya masyarakatnya seakan akan hidup diatas bara api dalam sekam.Ada kecendrungan,semakin banyak aparat justru sering terjadi :: “pelanggaran HAM.Ketidak adilan,Pungutan Liar,Kekacauan kekerasan,Perampasan Sumber Daya Alam (contoh,pulau Bangka),dll., Tapi yang mengherankan para pemuka : anggota DPR,para pemimpin organisasi Kawanua,para penguasanya,dari dulu mereka belagak tidak tau semua ini.Perkiraan banyak orang,karena para pemuka di SULUT rata2 hanya dijadikan pengikut yang terus menerus membebek.Alias mental ajudan,asal bapak senang ; karena yang dikejar bukan prestasi melayani masyarakat sehingga produktif,kreatif,inovatf.Tetapi yang dikejar adalah,pangkat,jabatan,facilitas,dan pencitraan. Istilahnya,hanya karena semangkok kacang hak kesulungan ditukar.Dan yang jelas,sangat terasa yaitu,apabila dibandingkan dengan masyarakat di daerah2 lain ; dampak dari peristiwa2 tersebut,masyarakat di tanah Minahasa semakin inferior,karena harkat dan martabatnya terus terancam,sehingga kualitas hidup semakin redah,tidak produktif,kreatif dan tidak inovatif.
LikeLike · · Share