
Bitung – Kendati proses perekrutan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemkot Bitung sudah di tahap pengumuman, namun rupanya masih terus menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Pasalnya, hingga Kamis (4/8/2016), Pemkot tak kunjung merilis secara resmi nama-nama ribuan THL yang terakomodir dan tetap menimbulkan pertanyaan bagi pelamar THL.
“Katanya SK walikota sudah ada per tanggal 1 Agustus, tapi hingga hari ini kami tidak tahu apakah SK itu untuk kami atau bukan karena tak diumumkan secara resmi,” kata salah satu calon THL dari Kecamatan Aertembaga.
THL yang meminta namanya dirahasiakan ini mengaku sudah mengecek ke SKPD yang ia lamar dan diminta untuk mengecek ke BKD PP. Namun sayangnya, ketika mengecek ke BKD PP, informasi atau pengumuman soal THL tak ada.
“Kami hanya diminta bersabar dan menunggu panggilan, karena kata salah saru staf BKD PP pengumuman akan dilakukan via telepon dan surat panggilan,” katanya.
Menanggapi polemik perekrutan THL yang tak kunjung usai itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Bitung, Victor Tatanude menilai, dikarenakan proses perekrutan dilakukan dengan cara-cara curang.
“Pasti akan terus ribut, karena cara perekrutan THL dilakukan dengan cara-cara curang seperti perekrutan Pala, RT dan guru honorer,” katanya.
Ia mengatakan, ada sejumlah THL yang sudah bekerja dengan baik sekian tahun tak lagi diakomodir hanya karena posisinya akan digantikan dengan THL yang kebetulan dekat dengan pejabat dan petinggi.
“Kalau memang cara perekrutannya benar, tentu tidak akan ribut seperti ini karena THL direkrut sesuai kemampuan bekerja, bukan faktor kedekatan,” katanya.(abinenobm)
